banner 728x90
BeritaDaerahMaluku UtaraNasionalOtomotifRegionalUncategorized

Pesantren Ramadan, SMA Negeri 6 Halmahera Timur Tekankan Pembinaan Karakter dan Toleransi

52
×

Pesantren Ramadan, SMA Negeri 6 Halmahera Timur Tekankan Pembinaan Karakter dan Toleransi

Sebarkan artikel ini

Potretone.com Haltim,- SMA Negeri 6 Halmahera Timur menggelar pembukaan Pesantren Ramadan dengan melaksanakan salat dhuha dan salat hajat berjamaah di aula sekolah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan karakter serta penguatan pengetahuan agama bagi para siswa. Selasa, (24/2/2026).

banner 728x90

Kepala SMA Negeri 6 Halmahera Timur, Kurnilawati Laidi, mengatakan kegiatan Pesantren Ramadan akan berlangsung selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 Februari 2026.

“Kegiatan Pesantren Ramadan bertujuan untuk pembinaan karakter dan penguatan pengetahuan agama siswa,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi siswa beragama Islam. Sekolah juga menyiapkan penguatan rohani bagi siswa beragama Kristen yang dibawakan oleh Suswanti Higinik.

“Jadi, seluruh siswa tetap mendapatkan pembinaan sesuai dengan keyakinan masing-masing,” kata Kurnilawati.

Terpisah, Salah seorang panitia, Jahra Kie, berharap kegiatan itu dapat memotivasi seluruh civitas sekolah dalam menyambut dan menjalani ibadah puasa dengan ikhlas.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membuat seluruh civitas SMA Negeri 6 Halmahera Timur lebih siap dan termotivasi untuk menjalani ibadah puasa tanpa rasa terpaksa,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas ketaatan kepada Allah SWT serta memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan sekolah.

Selain itu rangkaian pembukaan Pesantren Ramadan ditutup dengan mujahadah dan doa bersama yang dipimpin oleh Nur Afandi, salah seorang guru di SMA Negeri 6 Halmahera Timur.

(Rian)

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Potretone.com, Sanana,- Sikap diam Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Sula terkait dugaan pelanggaran ketenagakerjaan di PT Mangoli Timber Produsen (MTP) mulai memantik kritik keras. Lembaga legislatif yang memiliki fungsi pengawasan di bidang tenaga kerja itu dinilai belum menunjukkan keberanian politik untuk membela ribuan pekerja lokal yang diduga kehilangan hak-hak normatifnya.