Sanana, Potretone.com,- Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula semakin menegaskan komitmennya dalam mewujudkan ketahanan pangan melalui program Pengelolaan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Panen padi yang digelar di Desa Fogi, Kecamatan Sanana, Sabtu (1/11), menjadi bukti nyata keberhasilan pemerintah daerah dalam mendukung petani lokal meningkatkan produksi dan kesejahteraan.
Panen kali ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kepulauan Sula, Ir. H. M. Saleh Marasabessy, M.Si, didampingi pimpinan OPD terkait.
Wakil Bupati, dalam sambutanya menyampaikan apresiasi atas kerja keras para petani dan menekankan pentingnya optimalisasi lahan pertanian yang masih luas di wilayah ini.
“Dengan bertambahnya jumlah petani dan peningkatan produktivitas, kita bisa mengurangi ketergantungan terhadap pasokan beras dari luar daerah. Ini juga membuka peluang bagi Kepulauan Sula untuk menuju swasembada pangan,” ujar Wakil Bupati.
Koordinator Penyuluh Kecamatan Sanana, Samian Buamona, menambahkan bahwa pendampingan dan konsultasi teknis kepada petani terus dilakukan. Hal ini bertujuan agar para petani dapat mengatasi kendala di lapangan dan memperoleh hasil maksimal dari lahan mereka.
Jenis padi yang dipanen adalah Inpari 36, varietas unggul yang terbukti produktif dan tahan terhadap cuaca lokal. Ketua Kelompok Tani Mulyatan, Lutpia, menjelaskan bahwa lahan mereka tidak hanya ditanami padi, tetapi juga berbagai tanaman hortikultura. Namun, saat musim hujan, fokus dialihkan ke padi karena kondisi cuaca sangat mendukung pertumbuhan tanaman.
“Sejak 2024 hingga sekarang, kami telah memanen padi sebanyak tiga kali. Produksi kali ini meningkat sekitar 6 ton dibanding sebelumnya. Ini merupakan prestasi yang membanggakan dan menunjukkan potensi pertanian Kepulauan Sula yang luar biasa,” ujar Lutpia.
Selain panen, Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Sula juga menyerahkan bantuan terpal untuk menjemur padi, secara langsung diterima oleh Kelompok Tani Mulyatan dari Kepala Dinas Pertanian, Salnida Yulianti Lumbessy.
Baginya, Bantuan ini memudahkan petani dalam pengolahan hasil panen sehingga kualitas beras terjaga lebih baik.
Keberhasilan panen ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga menjadi peluang investasi bagi pihak swasta maupun masyarakat yang ingin ikut serta dalam pengembangan sektor pertanian di Kepulauan Sula.
Program LP2B membuka pintu bagi siapa saja yang ingin berkontribusi dalam membangun ketahanan pangan lokal sekaligus meningkatkan ekonomi daerah. (Ra)



















