banner 728x90
BeritaDaerah

GMKI Tobelo Gelar Konfcab ke-18, Soroti Isu Keamanan, Demokrasi, dan Hilirisasi Kelapa

24
×

GMKI Tobelo Gelar Konfcab ke-18, Soroti Isu Keamanan, Demokrasi, dan Hilirisasi Kelapa

Sebarkan artikel ini

Potretone.com, Halut,- Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Tobelo menggelar Konferensi Cabang ke-XVIII dan Konsultasi Studi Lokal dengan tema “Potret Keamanan Nasional, Resesi Demokrasi, dan Hilirisasi Buah Kelapa di Halmahera Utara” yang berlangsung di Aula Hotel Greenland Tobelo, Jumat (5/9), pada pukul 15.30 WIT.

Acara dibuka langsung oleh Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, dan dihadiri oleh berbagai tokoh daerah seperti Wakil Bupati Dr. Hi. Kasman, perwakilan TNI-Polri, Ketua KNPI Tobelo  Rofi Djini mangale, Pj. Ketua GMKI Tobelo, Edwar, Ketua Cabang GMNI Korneles, serta organisasi mahasiswa lainnya.

banner 728x90

Dalam sambutannya, Bupati Dr. Piet Hein Babua mengapresiasi eksistensi GMKI sebagai organisasi kader yang terus berperan dalam menjaga keutuhan bangsa. Ia mengingatkan para kader agar menyampaikan aspirasi dengan etika dan tanpa tindakan anarkis, serta tetap menjunjung nilai kasih yang menjadi dasar GMKI.

“GMKI harus menjadi contoh dalam menyampaikan aspirasi. Tidak dengan membakar fasilitas umum, tetapi lewat dialog dan damai,” pesan Bupati dalam sambutanya.

Terpisah, Wakil Ketua Bidang GMKI Pusat, Weldy Gasong, menegaskan pentingnya etika organisasi dan mengajak kader GMKI untuk tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin merusak stabilitas nasional.

“Kita adalah organisasi yang mengedepankan kasih, bukan kekerasan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Cabang GMKI Tobelo, Glen Rahamani, menyatakan bahwa GMKI siap menjadi mitra TNI-Polri dalam menjaga ketertiban dan menolak segala bentuk provokasi.

“Kegiatan ini juga menjadi ajang musyawarah untuk memilih ketua cabang GMKI Tobelo yang baru, dengan harapan hasilnya lahir dari demokrasi internal, bukan intervensi senior.”harap, Glen Rahamani. (Cen)

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Potretone.com, Sanana,- Sikap diam Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Sula terkait dugaan pelanggaran ketenagakerjaan di PT Mangoli Timber Produsen (MTP) mulai memantik kritik keras. Lembaga legislatif yang memiliki fungsi pengawasan di bidang tenaga kerja itu dinilai belum menunjukkan keberanian politik untuk membela ribuan pekerja lokal yang diduga kehilangan hak-hak normatifnya.