banner 728x90
BeritaBudayaDaerahEkonomi BisnisGaya HidupOtomotifRegionalUncategorized

Diduga Kepala Kampung Dan Kepala Distrik Yiluk, Tidak Salurkan Bantuan Beras Kepada Warga Yubumabur, Malah Dijual Ke Kios Dengan Harga Murah

230
×

Diduga Kepala Kampung Dan Kepala Distrik Yiluk, Tidak Salurkan Bantuan Beras Kepada Warga Yubumabur, Malah Dijual Ke Kios Dengan Harga Murah

Sebarkan artikel ini

Potretone.com, Lanny Jaya, (Papua Pegunungan) – Pada 23 april 2024 pekan lalu, sempat pemerintah daerah (Pemda) Provinsi Papua Pegunungan menyalurkan bantuan berupa bersa kepada masyarakat di Kab. Lanny Jaya.

Bantuan tersebut di percayakan kepada Kepala Kampung dan kepala Distrik Yiluk untuk dapat disalurkan Ke 8 Kampun, yakni Kampung Yubumabur, Kampung Ondika, Kampung Ilekme, Kampung Yiluweneri, Kampung Kubagaluk Bekapame, Kampung Papani dan Kampung Wonome di Kab. Lanny Jaya.

banner 728x90

Anehnya, bantuan itu hanya tersalurkan di 7 Kampung dan sementara Kampung Yubumabur tidak dapat menerima bantuan yang disalurakan oleh Pemerintah Derah (Pemda) Provinsi Papua Pegunungan melalui Pemda Kab. Lanny Jaya.

Menurut ketrangan dari salah satu warga, Bawi Kogoya, bantuan beras untuk kebutuhan ekonomi masyarakat hanya tersaluraka di 7 kampung, sedangkan di Kampung Yubumabur itu tidak tersalurkan.

“Kami selaku warga mempertanyakan kemana bantuan itu dan kepada siapa yang di berikan bantuan tersebut, padahal kami sangat membutuhkan batuan yang di berikan pemda provinsi dan pemda kabupaten untuk masyarakat,”ucapnya.

Bawi Kogoya mengatakan, sempat melihat bantuan tersebut di turunkan dari satu mobil Strada, namun bantua itu entah di kemanakan.

“Padahal jika di buktikan, kami yang ada di kampung ini punya data KTP dan KK lengkap belum menerima bantuan,”kata Bawi kepada media, Senin (6/4/24).

Diketahui, ada laporan dari masyarakat bahwa kepala kampung dan marton kogoya yang di percayakan mengontrol bantuan itu diduga bersokngkol untuk menjual beras ke kios-kios dengan harga murah.

“Memang di 7 kampung bantua beras suda tersalurkan dengan baik, hanya saja di kampung Yubumabur yang tidak sesuai dengan pembagian bantuannya,”ucap Bawi Kogoya.

Degan demikian Bawi meminta agar pemda provinsi papua pegunungan dan pemda kabupayen lanny Jaya, harus jelih melihat bantuan yang disalurkan kepada masyarakat di kampung terutama kampung Yubumabur.

“Pemda Provinsi dan Pemda kabupaten harus turun dan mengecek kembali bantuan yang di salurkan di kampung Yubumabur itu suda di termia masyarakatnya atau belum,”ujarnya.

Dia berharap, pemerintah provinsi papua pegunungan dan pemda kabupaten Lanny Jaya dapat memanggil kepala kampung dan kepala distrik yiluk untuk di evaluasi sehingga bantua pemerinta yang akan di berikan kapada masyarak itu bisa tersalurkan dengan baik.

“Pemda harus memanggil kepala kampun dan kepala distrik yiluk untuk memastikan bantuan beras yang disalurkan itu suda di terima masyarakat kampung Yubumabur atau belum. Jika bentuan itu belum salurkan kami saranakan kepala kampun dan kepala distrik yiluk di ganti saja,”harap Bawi. (BK)

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Sanana,- Aksi demonstrasi yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Kabupaten Kepulauan Sula untuk menyoroti dugaan kasus-kasus korupsi di daerah berakhir ricuh. Ketua IMM Kepulauan Sula, Prabowo Sibela, mengaku menjadi korban dugaan pemukulan oleh seorang oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat menyampaikan aspirasi di depan Istana Daerah, Desa Fagudu, Kecamatan Sanana, Minggu (31/5/2026).

Berita

Potretone.com, Sanana,- Sikap diam Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Sula terkait dugaan pelanggaran ketenagakerjaan di PT Mangoli Timber Produsen (MTP) mulai memantik kritik keras. Lembaga legislatif yang memiliki fungsi pengawasan di bidang tenaga kerja itu dinilai belum menunjukkan keberanian politik untuk membela ribuan pekerja lokal yang diduga kehilangan hak-hak normatifnya.