banner 728x90
banner 728x90
BeritaDaerah

Banyak Tumpukan Kasus, GMNI Sula Minta Kapolda Malut Evaluasi Kinerja Polres Kepulauan Sula

139
×

Banyak Tumpukan Kasus, GMNI Sula Minta Kapolda Malut Evaluasi Kinerja Polres Kepulauan Sula

Sebarkan artikel ini

Potretone.com, Sanana (Malut) – Ketua DPC GMNI Kepulauan Sula Rifki leko, meminta Kapolda Maluku Utara evaluasi Kapolres Kepulauan Sula, karena diduga telah lambat menangani Kasus yang berpotensi melanggar tindak pidana seperti salah satunya kasus penikaman seorang pemuda di desa waiham berapa bulan lalu.

Menurut Rifki, banyak kasus yang di tangani pihak Polres Kepulauan Sula, saat ini belum juga terungkap. Ini menandakan bahwa pihak polres Kepulauan sula lalai dalam menangani kasus-kasus tersebut.

banner 728x90

“Kapolres kepulauan Sula dari dulu tidak pernah serius dalam menangani kasus. Apalagi terkait kasus yang berpotensi pelanggaran tindak pidana, seperti kasus penikaman seorang pemuda desa waihama,”ungkapnya.

Pada hal kasus tersebut suda hampir dua bulan lebih namun belum ada juga tanda-tanda proses hukum.

“Kami melihat pihak polres sula banyak konsentrasi hanya mengurus miras, melainkan mengurus kasus-kasus yang ada. Ini perlu di pertanyakan kualitas orang orang yang ada di lembaga Kapolres kepulauan sula,”ujar Rifki Leko melalui rilis yang di terima media potretone.com, Sabtu (8/6/24).

Kenapa tidak, karena sampai saat ini belum juga ada penangkapan pelaku penikaman pemuda desa waihama yang di tangani oleh pihak polres Kepulauan Sula beberapa bulan lalu.

“Polres Sula tidak pernah serius dalam tangani masalah masalah yang terjadi di kepulauan Sula, padahal kasusnya sudah dari bulan April sampe saat ini kurang lebih 2 bulan,”terangnya.

Bukan hanya itu, ada juga kasus pembacokkan yang terjadi di desa wai tulia pada saat malam perayaan HUT RI tahun 2023, itu pun belum di ungkapkan atau di tetapkan tersangka.

“Masalah ini saja polres lambat untuk mencari pelaku padahal jumlah anggota polres Kepulauan Sula sangat banyak, dan banyak masalah korupsi lainnya pun pihak polres tidak pernah berhasil tangani.”

Menurutnya, Polri itu hadir untuk memberikan rasa Aman dan nyaman kepada seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan UDD Kapolisian Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Terkait dengan kasus-kasus tersebut, kami DPC GMNI Kepulauan Sula, meminta Kapolda Maluku Utara agar dapat mengevaluasi kinerja Polres Kepulauan Sula,”tegas Ketua DPC GMNI Sula, Rifki Leko. (RA)

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Potretone.com, Sanana,- Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK) membongkar fakta yang sulit dibantah: dugaan kebocoran uang daerah ratusan juta rupiah di Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sula. Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Tahun Anggaran 2024, tercatat kelebihan pembayaran mencapai Rp 832.969.905,00 pada proyek pembangunan rumah dinas puskesmas.

Berita

Potretone.com, Sanana,- Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kepulauan Sula, Nurhayati Latuconsina, akhirnya buka suara terkait dugaan pencemaran laut di pesisir Falabisahaya, Kecamatan Mangoli Utara, yang diduga kuat berasal dari aktivitas PT. MTP. Namun, respons tersebut dinilai belum menjawab kegelisahan masyarakat yang sudah lama terdampak.

Berita

Potretone.com, Sanana,- Dugaan pelanggaran ketenagakerjaan mencuat di Kabupaten Kepulauan Sula. PT MTP, perusahaan industri kayu yang beroperasi di Desa Falabisahaya, Kecamatan Mangoli Utara, diduga tetap menjalankan skema kerja “mitra” terhadap pekerjanya, meski telah mendapat peringatan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Maluku Utara. Minggu (5/4/2026). 

banner 728x90