Potretone.com, Sumba Barat,- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sumba Barat menggelar audiensi dengan Kepolisian Resor (Polres) Sumba Barat pada Senin (08/09/25).
Dalam pertemuan tersebut, GMNI menyampaikan sejumlah tuntutan terkait penegakan hukum, ruang demokrasi, serta kinerja kepolisian di wilayah Sumba Barat.
Audiensi berlangsung di Mapolres Sumba Barat dan diterima langsung oleh Kapolres AKBP Yohanis Nisa Pewali, didampingi Wakapolres Kompol Made Mudana, Kabag Ops, Kasat Intel, Kasat Lantas, Kasat Shabara, Kasat Narkoba, Kanit Propam, dan KBO Reskrim Polres Sumba Barat.
Ketua GMNI Cabang Sumba Barat, Astriana Lalu Genya, dalam pernyataan sikapnya menyampaikan bahwa Polres harus menjamin ruang demokrasi bagi masyarakat dan mahasiswa dalam menyampaikan pendapat, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.
GMNI juga menuntut agar aparat kepolisian lebih serius dalam menangani kasus-kasus hukum, meningkatkan pengawasan di wilayah rawan kriminalitas, serta mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam menghadapi aksi-aksi unjuk rasa.
Selain itu, GMNI mendorong Polres Sumba Barat untuk meningkatkan transparansi dalam penanganan kasus, melakukan reformasi internal demi memperkuat integritas dan profesionalisme aparat, serta tetap menjalankan tugas pokok dan fungsi kepolisian demi kepentingan masyarakat luas.
“Audiensi ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap kinerja kepolisian di daerah. Kami berharap ke depan tercipta rasa aman, keadilan, dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri,” ujar Astriana Lalu Genya.
Menanggapi tuntutan tersebut, Kapolres Sumba Barat, AKBP Yohanis Nisa Pewali, menyampaikan apresiasi atas partisipasi dan masukan dari GMNI. Ia menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap kritik konstruktif sebagai bagian dari upaya peningkatan kinerja Polri.
“Kami terbuka terhadap kritik dan masukan, karena itu menjadi bahan evaluasi bagi kami dalam meningkatkan kinerja. Prinsip kami adalah melayani masyarakat dengan humanis, profesional, dan transparan,” tegas AKBP Yohanis.
Pihak Polres juga menyatakan komitmennya untuk terus menjaga ruang demokrasi, memperkuat patroli di wilayah rawan kriminalitas, serta menyelesaikan setiap kasus hukum secara adil tanpa tebang pilih. (Kodi)



















