PotretOne.com, Sanana – Kabid Advokasi DPC GMNI Kab. Kepulauan Sula Jisman Leko, minta Bupati Kab. Kepulauan Sula Hj. Fifian Adeningsi Mus (FAM) segra mencopot Marna Aufat dari Jabatan Kepala Sekolah di SD Negeri paratina.
“Setelah saya mendapatkan laporan dari wali murid dan guru di sekolah, bukan saja soal siswa tidak maksimal belajar dan belum dapat buku laport. Tapi ada juga patungan permurid Rp. 150.000 untuk seragam batik wansosa, tapi saat ini batik tersebut belum di terima siswa,”ucap Jisman kepada media potreone.com, Rabu (27/3/24).
Terkait dengan Siswa yang tidak maksimal mendapatkan pelajaran di sekolah. Kata Jisman, Setiap sekolah ada anggaran Dana Bantuan Operasional Sekolah baik SD, SMP maupun tingkat SMA. Program ini adalah program pemerintah Indonesia yang memberikan bantuan keuangan kepada sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Menurutnya, Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan atau biasa disebut dana BOS adalah dana alokasi khusus non fisik untuk mendukung biaya operasional non personalia bagi satuan pendidikan.
Tamba Jisman, Dana BOS diberikan kepada sekolah-sekolah baik yang dikelola oleh pemerintah maupun swasta. Dana ini digunakan untuk biaya operasional sekolah seperti gaji guru dan karyawan, kebutuhan belajar mengajar seperti buku dan alat tulis, serta keperluan lainnya seperti biaya listrik, air, dan perawatan gedung sekolah.
“Hal seperti ini tidak bisa di biarkan, Pemda Sula dalam hal ini Dinas Pendidikan secepatnya mengevaluasi kepala sekolah bila perlu diganti. Kalu ini di biarkan begitu saja tentu akan dapat merugikan siswa-siswi yang ada.”ungkap Jisman
Jisman Leko, meminta Inspektorat Kab. Kepulauan Sula agar secapatnya menelusuri anggaran Dana Bantuan Operasional Sekolah atau disingkat Dana BOS semenjak kepala sekolah di lantik. (**)



















