banner 728x90
DaerahProvinsi Riau

Pertalite Langka Lagi di Pulau Bengkalis, Anak Sekolah Terpaksa Tak Berangkat

8
×

Pertalite Langka Lagi di Pulau Bengkalis, Anak Sekolah Terpaksa Tak Berangkat

Sebarkan artikel ini

 

BENGKALIS.Potretone.com – Kelangkaan BBM jenis Pertalite kembali dikeluhkan masyarakat di Pulau Bengkalis. Dampaknya mulai dirasakan warga, bahkan sejumlah anak sekolah disebut terpaksa tidak berangkat karena kehabisan bahan bakar untuk kendaraan.

Keluhan itu disampaikan Ikhsan Suganda, warga dari salah satu desa terpencil di Kabupaten Bengkalis, melalui unggahan media sosialnya, Senin (26/10/2026). Ia mengaku prihatin karena persoalan BBM yang terus berulang seolah tak kunjung selesai.

“BBM langka lagi, dah berapa orang anak sekolah tak jadi pegi sekolah pagi ni karena minyak tak ada. Langka tanpa pemberitahuan, emak-emak ngeret onda dah banyak juge pagi ni,” tulis Ikhsan.

Ia menilai, bagi masyarakat kecil, persoalan BBM bukan semata-mata soal harga. Warga mungkin masih bisa bertahan ketika harga bahan bakar mahal, tetapi akan kesulitan ketika BBM benar-benar tidak tersedia.

Apalagi, bahan bakar menjadi kebutuhan penting untuk berbagai aktivitas, mulai dari mengantar anak sekolah, pergi bekerja, hingga menunjang pelayanan kesehatan.

“BBM mahal tak sesuai harga Pertamina masih bisa ditahan, tapi kalau dah tak ade, siape yang tahan. Siswa nak sekolah, ambulan nak antar orang sakit, orang tua nak pegi kerja, guru nak pergi ngajar,” lanjutnya.

Bahkan, ia melontarkan sindiran tentang kondisi yang dihadapi masyarakat tersebut.

“Apakah kami harus mengolah brondol sawit ni jadi Pertamax Turbo?” tulisnya.

Keluhan ini bukan hanya soal sulitnya mendapatkan Pertalite, tetapi juga menyangkut kebutuhan masyarakat yang harus tetap berjalan setiap hari. Ketika BBM sulit diperoleh, warga di wilayah terpencil menjadi salah satu kelompok yang paling merasakan dampaknya.

Pantauan Selasa (27/10/2026) pagi, antrean kendaraan juga terlihat di salah satu pom mini di Jalan Gatot Subroto, Bengkalis. Kondisi ini menambah keluhan masyarakat di tengah sulitnya mendapatkan bahan bakar.

Pulau Bengkalis memiliki empat SPBU. Namun, keberadaan fasilitas tersebut belum serta-merta menjamin kebutuhan BBM seluruh masyarakat terpenuhi, terutama bagi warga yang tinggal jauh dari pusat kota.

Di sisi lain, pengecer selama ini menjadi salah satu tempat masyarakat mendapatkan BBM, khususnya ketika jarak menuju SPBU cukup jauh. Keberadaan mereka turut menunjang akses bahan bakar bagi warga di sejumlah wilayah.

Karena itu, persoalan kelangkaan Pertalite perlu dilihat secara menyeluruh, mulai dari kecukupan pasokan, kelancaran distribusi hingga pemerataan BBM ke desa-desa.

Masyarakat tentu berharap pasokan kembali normal dan persoalan serupa tidak terus berulang. Sebab, ketika BBM sulit didapat, bukan hanya kendaraan yang berhenti, tetapi juga aktivitas warga yang bergantung pada bahan bakar.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti penyebab kelangkaan Pertalite yang dikeluhkan masyarakat tersebut. Penjelasan pihak terkait mengenai kondisi stok dan distribusi BBM di Pulau Bengkalis masih diperlukan.

Jurnalis : Eru Kurniawan

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

POTRETONE.com, SANNANA,- Penanganan kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap TAH alias Andini di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, menuai kritik keras dari keluarga korban. Mereka mempertanyakan kinerja Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kepulauan Sula setelah perkara yang disebut telah berjalan sekitar empat bulan itu masih terkendala pemeriksaan saksi dan pengembalian SPDP oleh kejaksaan.