Drs. H. Safrin Gailea, S.H. Biaya Logistik Diharapkan Turun, Pedagang Lokal dan Mahasiswa Bakal Rasakan Manfaatnya
SANANA, POTRETONE.com, – Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula! Rencana pembukaan rute kapal tol laut yang menghubungkan Makassar- Bobong-Sanana, mulai diperjuangkan serius oleh Komisi I DPRD Kepulauan Sula.
Ketua Komisi I DPRD Kepulauan Sula, Drs. H. Safrin Gailea, S.H. mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkonsultasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Utara untuk mendorong terealisasinya jalur pelayaran tersebut. Rute ini diharapkan menjadi solusi untuk memperlancar distribusi barang, menekan biaya logistik, sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat dari dan menuju Kepulauan Sula.
Rencana tersebut menjadi perhatian penting bagi para pedagang, pelaku usaha, mahasiswa asal Kepulauan Sula yang menempuh pendidikan di Makassar, hingga masyarakat umum yang selama ini membutuhkan akses transportasi laut yang lebih efektif.
“Komisi I bergerak cepat menindaklanjuti aspirasi masyarakat dengan melakukan konsultasi ke Pemerintah Provinsi Maluku Utara, khususnya Dinas Perhubungan. Alhamdulillah, kami mendapat respons positif terhadap usulan tersebut,” ujar Safrin, Kamis (22/10/2026).
KAPAL TOL LAUT DIHARAPKAN BIKIN DISTRIBUSI BARANG LEBIH MUDAH
Selama ini, akses pengiriman barang dari Makassar menuju Kepulauan Sula menjadi salah satu kebutuhan yang disuarakan pelaku usaha. Dengan adanya rute kapal yang singgah langsung di Pelabuhan Sanana, distribusi barang diharapkan menjadi lebih efisien dan biaya pengangkutan dapat ditekan.
Jika rute ini terealisasi dan beroperasi secara rutin, masyarakat diharapkan memperoleh manfaat melalui kelancaran pasokan barang, sementara pedagang lokal berpeluang menjalankan usaha dengan sistem distribusi yang lebih baik.
Tak hanya membawa barang masuk ke Sula, jalur tersebut juga diharapkan membuka peluang bagi pengusaha lokal untuk memasarkan hasil bumi, komoditas perikanan, dan hasil laut ke pasar yang lebih luas.
“Kalau jalur ini berjalan secara rutin, tentu akan memberikan peluang besar bagi para pelaku usaha. Ini merupakan salah satu mata rantai penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Sula,” jelas H. Safrin Gailea.

KENDAGA NUSANTARA 3 DISEBUT DALAM RENCANA
Berdasarkan keterangan H. Safrin, pengoperasian rute tol laut Makassar-Bobong-Sanana ditargetkan mulai direalisasikan pada awal 2027.
Kapal yang disebut dalam pembahasan rencana tersebut adalah Kendaga Nusantara 3. Selanjutnya, Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Utara akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk membahas tindak lanjut, termasuk kesiapan operasional dan jadwal pelayaran.
Meski demikian, masyarakat perlu mengetahui bahwa target awal 2027 tersebut masih berupa rencana. Jadwal pelayaran perdana dan kepastian pengoperasian rute masih menunggu konfirmasi resmi dari instansi yang berwenang.
H. Safrin menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara, khususnya Dinas Perhubungan, atas respons terhadap usulan yang disampaikan Komisi I DPRD Kepulauan Sula.
Ia berharap rencana ini dapat diwujudkan sesuai target agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama pedagang, pelaku usaha, dan warga yang membutuhkan konektivitas laut antardaerah.
BUKAN HANYA TOL LAUT, FERI NAMLEA–SANANA JUGA DIPERJUANGKAN
Selain mendorong pembukaan rute tol laut Makassar-Bobong-Sanana, Komisi I DPRD Kepulauan Sula juga memperjuangkan pengaktifan kembali layanan kapal feri yang menghubungkan Namlea, Kabupaten Buru, dengan Sanana.
Menurut Safrin, jalur feri tersebut sebelumnya pernah beroperasi, tetapi kini tidak lagi melayani masyarakat. Padahal, rute ini dinilai strategis untuk mendukung mobilitas warga sekaligus menjad. (Ris)

















