INHIL,- Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak tahun 2027, Subdit Politik Dit Intelkam Polda Riau mulai mengambil langkah antisipatif dengan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para kepala desa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Rabu, (19/8/26).
Kegiatan tersebut digelar di salah satu kafe di Kabupaten Inhil dan melibatkan para Kepala Desa yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih Kabupaten Inhil).
Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk membangun komunikasi serta meningkatkan kesadaran seluruh pemangku kepentingan desa dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya menjelang hingga berlangsungnya tahapan Pilkades Serentak 2027.
Subdit Politik Dit Intelkam Polda Riau mengajak seluruh kepala desa dan jajaran pemerintahan desa agar bersama-sama menciptakan suasana yang aman, sejuk, tertib, dan demokratis. Seluruh pihak juga diharapkan dapat mencegah munculnya konflik maupun gesekan antarpendukung calon selama tahapan Pilkades berlangsung.
Pilkades Serentak 2027 di Kabupaten Inhil diproyeksikan menjadi salah satu agenda politik penting di tingkat desa. Pemerintah Kabupaten Inhil saat ini mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan, mulai dari penyusunan regulasi, kesiapan anggaran, pemetaan desa, hingga koordinasi terkait data pemilih.
Berdasarkan rencana pelaksanaan, terdapat 43 desa di 14 kecamatan di Kabupaten Inhil yang akan mengikuti Pilkades Serentak tahun 2027.
Pemerintah Kabupaten Inhil bersama pihak terkait juga tengah melakukan persiapan dan sinkronisasi data pemilih sebagai bagian dari upaya memastikan pelaksanaan pesta demokrasi di tingkat desa tersebut berjalan sesuai ketentuan.
Dengan jumlah desa yang cukup banyak, pelaksanaan Pilkades Serentak tentu membutuhkan kesiapan dari seluruh unsur, termasuk pemerintah daerah, penyelenggara, aparat keamanan, pemerintah desa, calon kepala desa, hingga masyarakat sebagai pemilih.
Selain memastikan aspek administratif dan teknis, perhatian juga diarahkan terhadap potensi kerawanan keamanan yang dapat muncul selama tahapan Pilkades. Persaingan antarkandidat, dinamika kampanye, hingga proses pemungutan dan penghitungan suara dinilai berpotensi memunculkan gesekan apabila tidak dikelola secara baik.
Karena itu, seluruh calon kepala desa, tim pemenangan, serta masyarakat diharapkan dapat mengedepankan kedewasaan dalam berdemokrasi. Perbedaan pilihan politik hendaknya tidak menjadi alasan untuk memicu perselisihan maupun memutus hubungan sosial antarwarga.
Pilkades diharapkan benar-benar menjadi momentum bagi masyarakat untuk memilih pemimpin desa yang memiliki integritas, kemampuan, serta komitmen membangun desa. Masyarakat juga diimbau menggunakan hak pilih berdasarkan hati nurani dan rekam jejak calon, bukan karena tekanan maupun kepentingan tertentu.
Ketua APDESI Merah Putih Kabupaten Inhil, Said Khairul, menyatakan dukungannya terhadap langkah Polda Riau dalam menjaga situasi Kamtibmas menjelang pelaksanaan Pilkades Serentak 2027.
“APDESI Merah Putih Kabupaten Inhil mendukung penuh Polda Riau untuk turut menjaga situasi yang kondusif di Kabupaten Inhil menjelang dan pada saat pelaksanaan Pilkades Serentak tahun 2027,” ujar Said Khairul.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk memastikan pesta demokrasi tingkat desa berlangsung aman dan lancar.
“APDESI Merah Putih siap mendukung penuh pemerintah bersama TNI-Polri demi menjaga keamanan dan menyukseskan Pilkades Serentak Tahun 2027 di Kabupaten Indragiri Hilir,” tegasnya.
Langkah sosialisasi dan edukasi yang dilakukan sejak jauh hari diharapkan mampu menjadi upaya preventif untuk meminimalisir potensi konflik. Dengan komunikasi yang terbangun sejak tahap persiapan, seluruh pihak diharapkan memiliki komitmen yang sama untuk mewujudkan Pilkades Serentak 2027 di Kabupaten Inhil yang aman, damai, demokratis, dan bermartabat.
Pilkades bukan sekadar perebutan jabatan kepala desa, tetapi momentum menentukan arah pembangunan dan masa depan masyarakat desa. Karena itu, kemenangan seorang calon hendaknya tidak menjadi kemenangan kelompok tertentu, melainkan menjadi kemenangan seluruh masyarakat desa.
(Dian)


















