banner 728x90
BeritaDaerahNasionalPolitik

Waooo ! Dua Bakal Calon Ini Akan Melaju Pada Pilkada 2024

293
×

Waooo ! Dua Bakal Calon Ini Akan Melaju Pada Pilkada 2024

Sebarkan artikel ini

PotretOne.com, Sanana – Ketua Partai Gerindra Kab. Kepulauan Sula Maluku Utara, M. Nasir Sangadji digadang-gadang bakal mendapingi Hendrata Thes pada pilkada 2024-2029.

Hal ini disampaikan oleh Kordinator Relawan M. Nasir Sangadji, Saiful Sibela kepada media PotretOne.com, Senin (26/02/24).

banner 728x90

Bang Ipul pria yang disapa akrabnya, Mengatakan, M. Nasir Sangadji suda mendapatkan respon positif oleh Bapak Hendrata Thes.

“Iya, itu suda pasti dan tinggal menunggu waktunya untuk mendeklarasi saja,” ucapnya.

Kata Bang Ipul , Relawan M. Nasir saat ini lebih fokus untuk melakukan konsulidasi-konsulidasi para pendukung dan simpatisan mulai dari tingkat kabupaten sampai pada tingkat desa.

Oleh kerena itu Kordinator Relawan, Sauful Sibaela, mengajak suluruh masyarakat Kab. Kepulauan Sula terutama para pendukung dan simpatisan untuk memenangkan pasang Hendrata Thes dan M. Nasir Sangadji pada pilkada 2024.

“Mari torang bersatu, saling bahu membahu untuk memenangkan dua pasangan ini pada pilkada mendatang,”tutupnya. (**)

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Sanana,- Aksi demonstrasi yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Kabupaten Kepulauan Sula untuk menyoroti dugaan kasus-kasus korupsi di daerah berakhir ricuh. Ketua IMM Kepulauan Sula, Prabowo Sibela, mengaku menjadi korban dugaan pemukulan oleh seorang oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat menyampaikan aspirasi di depan Istana Daerah, Desa Fagudu, Kecamatan Sanana, Minggu (31/5/2026).

Berita

Potretone.com, Sanana,- Sikap diam Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Sula terkait dugaan pelanggaran ketenagakerjaan di PT Mangoli Timber Produsen (MTP) mulai memantik kritik keras. Lembaga legislatif yang memiliki fungsi pengawasan di bidang tenaga kerja itu dinilai belum menunjukkan keberanian politik untuk membela ribuan pekerja lokal yang diduga kehilangan hak-hak normatifnya.