banner 728x90
BeritaDaerahEkonomi BisnisMaluku UtaraNasionalOtomotifRegionalUncategorized

Pimpinan Perusahaan Mangkir dari RDP DPRD Sula, Ketua Komisi II: Ini Bentuk Pelecehan Lembaga

153
×

Pimpinan Perusahaan Mangkir dari RDP DPRD Sula, Ketua Komisi II: Ini Bentuk Pelecehan Lembaga

Sebarkan artikel ini

PotretOne.com, Sanana,- Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Sula bersama sejumlah perusahaan resmi dibatalkan. Pembatalan dilakukan karena pimpinan perusahaan yang diundang secara langsung tidak hadir, meski undangan telah disampaikan secara resmi oleh Komisi II DPRD Kepulauan Sula.

Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Sula, Rian Ardianto Ruslan, menegaskan bahwa DPRD secara tegas mengundang pimpinan perusahaan, bukan perwakilan, staf, maupun kuasa lain.

banner 728x90

“Yang kami undang itu pimpinan perusahaan, bukan perwakilan. Dan tidak satu pun pimpinan perusahaan hadir. Ini menunjukkan tidak adanya itikad baik,” tegas Rian kepada Wartawan melalui pesan WhatsApp, Selasa (3/2/2026).

Menurutnya, ketidakhadiran pimpinan perusahaan memperlihatkan sikap menghindari tanggung jawab atas persoalan ketenagakerjaan yang saat ini menjadi sorotan publik.

RDP tersebut sejatinya membahas sejumlah dugaan pelanggaran ketenagakerjaan, di antaranya penyamaran status pekerja sebagai mitra, serta pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak yang diduga dilakukan untuk menghindari kewajiban perusahaan terhadap pekerja.

Rian mengungkapkan, DPRD Kepulauan Sula telah mengantongi data dan bukti awal terkait dugaan pelanggaran tersebut.

“Kalau pimpinan saja tidak mau datang, bagaimana mau menyelesaikan masalah hak-hak pekerja? Ini bentuk ketidakseriusan, bahkan bisa disebut pelecehan terhadap lembaga DPRD,” ujarnya.

Meski demikian, Komisi II memastikan akan menjadwalkan ulang RDP pada pekan depan dan kembali memanggil pimpinan perusahaan yang bersangkutan.

“Kami akan agendakan kembali RDP. Kami berharap pimpinan perusahaan hadir langsung dan bertanggung jawab,” lanjut Rian.

Diketahui perusahaan yang diundang dalam RDP tersebut yakni PT MTP, PT Kalpika Wanatama, PT Otsindo Primaraya, dan PT Bahana Pertiwi.

DPRD Kepulauan Sula menegaskan akan mengambil langkah lebih tegas apabila pada agenda berikutnya pimpinan perusahaan kembali mangkir, demi memastikan perlindungan hak-hak pekerja di daerah.

(RA)

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Potretone.com, Sanana,- Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Kepulauan Sula menuai kritik keras setelah hingga kini belum juga menyerahkan hasil temuan proyek bermasalah kepada aparat penegak hukum (APH), meski telah melakukan rapat dengar pendapat (RDP), meminta dokumen pelaksanaan anggaran (DPA), hingga turun melakukan uji petik lapangan di sejumlah proyek pemerintah daerah.

Berita

Potretone.com, Sanana,- Sikap bungkam ditunjukkan anggota Panitia Khusus (Pansus) LKPJ 2025, Tamrin S. Zaidin, saat dikonfirmasi wartawan terkait pernyataan Ketua Pansus, Julkifli Umagapi, yang menyebut kondisi internal pansus “tidak stabil” sehingga sejumlah temuan lapangan, termasuk dugaan proyek mangkrak, belum dapat direkomendasikan kepada Aparat Penegak Hukum (APH).