banner 728x90
BeritaDaerahMaluku UtaraOlahraga

Kontingen Silat Halut Disambut Pemda, Boyong 8 Medali di Kejurnas Arisaka 2025

51
×

Kontingen Silat Halut Disambut Pemda, Boyong 8 Medali di Kejurnas Arisaka 2025

Sebarkan artikel ini

Potretone.com, Halut,- Kontingen Pencak Silat Halmahera Utara (Halut) melaporkan prestasi gemilang mereka kepada Pemerintah Daerah usai tampil memukau di Kejurnas Arisaka Championship 2025 di Jakarta. Senin, (24/11/2025).

Dari 9 atlet yang turun, Halut sukses meraih Juara Umum II dan memborong 8 medali, terdiri dari 4 emas, 2 perak, dan 2 perunggu. Atlet-atlet terbaik seperti Fadil Asgaf, Ramsesti Gohao, dan Tudiyono Mandarasi menjadi penyumbang medali emas.

banner 728x90

Selain itu, PPS Satria Muda Indonesia (SMI) Komwil Halut turut mengharumkan nama daerah dengan membawa pulang Piala Kontingen Favorit serta menembus Top 5 Provinsi Terbaik kategori Dewasa.

Dokumentasi : Penyerahan 8 Medali kepada Dinas Pemuda dan Olahraga Halmahera Utara

Plt Kepala Dispora Halmahera Utara, Samud Taha Sangaji, mengapresiasi kerja keras para atlet.

“Hasil ini membanggakan dan menjadi motivasi pembinaan olahraga di Halut,”ujarnya.

Manajer kontingen, Angki Latuwael, berharap perhatian Pemda terus meningkat untuk mendorong prestasi lebih besar ke depan.

Prestasi ini menegaskan potensi besar Halut di cabang pencak silat dan bukti bahwa pembinaan yang konsisten mampu menghasilkan juara nasional.

(Cheni)

 

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Sanana,- Aksi demonstrasi yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Kabupaten Kepulauan Sula untuk menyoroti dugaan kasus-kasus korupsi di daerah berakhir ricuh. Ketua IMM Kepulauan Sula, Prabowo Sibela, mengaku menjadi korban dugaan pemukulan oleh seorang oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat menyampaikan aspirasi di depan Istana Daerah, Desa Fagudu, Kecamatan Sanana, Minggu (31/5/2026).

Berita

Potretone.com, Sanana,- Sikap diam Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Sula terkait dugaan pelanggaran ketenagakerjaan di PT Mangoli Timber Produsen (MTP) mulai memantik kritik keras. Lembaga legislatif yang memiliki fungsi pengawasan di bidang tenaga kerja itu dinilai belum menunjukkan keberanian politik untuk membela ribuan pekerja lokal yang diduga kehilangan hak-hak normatifnya.