banner 728x90
banner 728x90
Berita

Kakanwil Riau Kunker ke Rutan Klas IIB Dumai, Penguatan Tupoksi Petugas Pemasyarakatan

6
×

Kakanwil Riau Kunker ke Rutan Klas IIB Dumai, Penguatan Tupoksi Petugas Pemasyarakatan

Sebarkan artikel ini

Potretone.com Dumai – Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan (Ditjenpas) Riau, Maizar melakukan kunjungan kerja ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai pada Sabtu (21/6). Dalam agenda tersebut, Kakanwil memberikan penguatan terkait tugas pokok dan fungsi (tupoksi) petugas pemasyarakatan dalam mendukung pelaksanaan tugas yang profesional dan berintegritas.

Kegiatan yang berlangsung di aula Rutan Dumai ini diikuti oleh pejabat struktural, petugas Rutan Dumai, serta pejabat srtuktural dan petugas dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Dumai.

banner 728x90

Didampingi Kepala Rutan Dumai, Febrian Sony, Kakanwil menyampaikan bahwa dalam menjalankan tugas sebagai petugas pemasyarakatan, dibutuhkan disiplin, kewaspadaan, dan tanggung jawab penuh, mengingat pekerjaan ini menyangkut keamanan, pembinaan, dan keselamatan bersama.

“Tanamkan rasa takut dalam diri kita, bahwa kita bekerja di lingkungan yang penuh risiko. Jika masih ada oknum yang bermain-main dengan aturan, cepat atau lambat akan terbongkar, dan kami tidak akan ragu untuk menindak secara tegas,” tegas Maizar.

Maizar juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik institusi dan keluarga. “Sayangi keluarga kita. Jangan korbankan masa depan hanya karena tindakan yang menyimpang. Penyesalan itu pasti datang di akhir. Maka dari itu, hentikan sekarang juga segala bentuk pelanggaran,” lanjut Kakanwil.

Kepala Rutan Dumai, Febrian Sony, menyambut baik arahan dari Kakanwil dan menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan internal serta membina petugas agar bekerja secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku. (Red)

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Potretone.com, Sanana,- Angin laut di Pelabuhan Sanana siang itu berembus pelan, seolah ikut membawa kenangan-kenangan lama yang hampir terlupakan. Di antara langkah kaki para penumpang yang turun dari kapal KM. Permata Obi pada 28 April 2026, ada sekelompok orang tua yang berjalan perlahan bukan semata karena usia, tetapi karena mereka sedang memikul sesuatu yang tidak sisa-sisa budaya yang kian menipis dimakan zaman.