banner 728x90
BeritaDaerahPolitik

Menjalin Silaturahmi, Paslon HT-MANIS Di Sambut Ratusan Warga

18
×

Menjalin Silaturahmi, Paslon HT-MANIS Di Sambut Ratusan Warga

Sebarkan artikel ini

PotretOne.com, Sanana (Malut) –Dalam rangka menjalin hubungan silaturahmi dan sekaligus pertemuan tatap muka bersama Masyarakat di Desa Fatce, Kec. Sanana, Kab. Kepulauan Sula, Maluku Utara, Rabu, (11/9/24).

Pertemuan tersebut, pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Kepulauan Sula, Hendrata Thes dan Muhammad Nasir Sangaji, berkomitmen untuk membangun Sula kedepan lebih baik dari pemerintahan sebelumnya.

banner 728x90
Foto : Pertemuan Tatap Muka dan Silaturahmi bersama Masyarakat Desa Fatce

Oleh karena itu, Kedua pasangan calon HT-MANIS, mengucapkan rasa terimakasi kepada pendukung dan simpatisan Desa Fatce atas kerja keras dan kelancaran acara silaturahmi atau pertemuan tatap muka bersama masyarakat setempat.

Mereka sangat berharap atas do’a dan dukung masyarakat Kepulauan Sula terutama masyarakat Desa Fatce, untuk berjuang memenangkan pasangan HT-Manis pada Pilkada serentak nantinya.

Foto : Pertemuan Tatap Muka dan Silaturahmi bersama Masyarakat Desa Fatce

“Oleh karena itu anoi Kim doa, Kim ke Iklasan hati bisa membawa kit mua mua sampai pada tujuan akhir,” Harap Calon Bupati, Hendrat Thes dengan menggunakan bahasa daerah saat berikan sambutan.

Pertemuan tatap muka dan silaturahmi di sekretariat relawan desa Fatce Kec. Sanana, dihadir oleh sesepuh desa fatce H. Tahir Umahuk, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Simpatisan dan pendukung serta ratusan masyarakat Desa Fatce, kec. sanana.

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Potretone.com, Sanana,- Sikap diam Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Sula terkait dugaan pelanggaran ketenagakerjaan di PT Mangoli Timber Produsen (MTP) mulai memantik kritik keras. Lembaga legislatif yang memiliki fungsi pengawasan di bidang tenaga kerja itu dinilai belum menunjukkan keberanian politik untuk membela ribuan pekerja lokal yang diduga kehilangan hak-hak normatifnya.