banner 728x90
banner 728x90
BeritaDaerah

Bupati Taliabu, Hadiri Kegiatan Forum Smart City Di Denpasar Bali

19
×

Bupati Taliabu, Hadiri Kegiatan Forum Smart City Di Denpasar Bali

Sebarkan artikel ini

Potretone.com, Taliqbu (Malut) – Pelaksanaan Kegiatan Forum Smart City (Kota Cerdas) yang di laksanakan dalam rangka wujud kolaborasi yang gigih dalam mengimplementasikan solusi inovatif berbasis teknologi untuk mewujudkan Smart city.

Kegiatan yang di laksanakan oleh Kementrian Komunikasi Dan Informatika tersebut di hadiri oleh Bupati Pulau Taliabu, H. Aliong Mus, di The Meru Sanur Hotel Kota Denpasar, Bali pada senin kemarin.

banner 728x90

Selain Bupati, H. Aliong Mus, sejumlah Kepala OPD   Kabupaten Pulau Taliabu yang juga ikut menghadiri kegiatan Forum Smart Citi Tersebut, Kadis Kominfo, Basiludin Labesi, Kepala BAPEDA, Hi. Samsudin Ode Maniwi, Kadis DLH, Lawani, kadis Perpustakaan Labasri La Timbasa, Kepala BPBD, Jasman Sau.

Di kesempatan itu, Bupati H. Aliong Mus menyampaikan bahwa Smart City merupakan impian setiap daerah untuk meningkatkan pelayanan publik.

“Smart City itu pasti menjadi impian setiap daerah termasuk kita di Taliabu,” ujarnya

Namun, kata Bupati, target kami hadir di arena kegiatan  yang di selenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk meminta penjelasan terkait jaringan telekomunikasi di Taliabu.

“Kami hadir untuk meminta penjelasan tentang jaringan telekomukasi kita bisa normal dan terpenuhi di seluruh Pulau Taliabu, mungkin bukan hanya Taliabu tapi sebagai besar kita di kawasan Timur, kapan bisa normal dan baik seperti daerah yang lain di Indonesia bagian barat,” ucapnya (**)

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Potretone.com, Sanana,- Angin laut di Pelabuhan Sanana siang itu berembus pelan, seolah ikut membawa kenangan-kenangan lama yang hampir terlupakan. Di antara langkah kaki para penumpang yang turun dari kapal KM. Permata Obi pada 28 April 2026, ada sekelompok orang tua yang berjalan perlahan bukan semata karena usia, tetapi karena mereka sedang memikul sesuatu yang tidak sisa-sisa budaya yang kian menipis dimakan zaman.