Potretone.com, Haltim,- Dalam rangka menyambut peringatan wafatnya Yesus Kristus pada Perayaan Hari Besar Gerejawi (PHBG), Jemaat Bukit Kasih Hatetabako memberikan kepercayaan kepada kaum muda untuk menggelar prosesi Jalan Salib sebagai bentuk refleksi iman menjelang ibadah Jumat Agung. Minggu, (5/4/2026).
Kegiatan yang untuk pertama kalinya dilaksanakan oleh pemuda jemaat ini menjadi momen penting dalam menghidupkan kembali makna penderitaan Yesus Kristus melalui penghayatan yang lebih mendalam dan kontekstual. Prosesi Jalan Salib digelar sebelum ibadah dimulai, dengan melibatkan pemuda sebagai pemeran utama dalam setiap perhentian kisah sengsara Kristus.
Sekretaris Pemuda Jemaat Bukit Kasih Hatetabako, Rian Kaboru, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan sarana pembinaan iman bagi generasi muda gereja.
“Melalui kegiatan ini, jemaat diajak untuk merenungkan setiap peristiwa sengsara Yesus Kristus sebagai wujud kasih nyata bagi keselamatan umat manusia,” ujarnya.
Menurut Rian, prosesi Jalan Salib menghadirkan kembali rangkaian peristiwa penting, mulai dari proses pengadilan Yesus hingga penyaliban di kayu salib. Setiap adegan diperagakan secara dramatik untuk membantu jemaat memahami makna pengorbanan Kristus secara lebih mendalam.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bagi pemuda untuk menginternalisasi nilai-nilai pengorbanan, kasih, dan pengharapan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini.
“Tidak hanya mengenang secara simbolis, tetapi juga menjadi momen pembelajaran iman agar nilai kasih Kristus dapat diwujudkan dalam tindakan nyata,” jelasnya.
Selain sebagai bentuk penghayatan iman, kegiatan ini turut mempererat kebersamaan dan solidaritas antar pemuda jemaat. Proses persiapan yang melibatkan kerja sama tim dinilai mampu membangun rasa tanggung jawab dan persatuan.
Tahun ini, kami mengangkat tema ‘Kristus Bangkit Memulihkan Kemanusiaan Kita’ sebagai pengingat bahwa kebangkitan Kristus membawa harapan baru bagi kehidupan umat,” tambah Rian.
Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan baik, meskipun dalam prosesnya terdapat berbagai tantangan teknis maupun non-teknis.
“Kami bersyukur seluruh tim dapat bekerja dengan kompak hingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” katanya.
Prosesi Jalan Salib perdana ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum spiritual yang mampu menguatkan iman seluruh jemaat serta menumbuhkan nilai-nilai kasih, pengorbanan, dan kepedulian dalam kehidupan bermasyarakat.
Dengan antusiasme jemaat yang tinggi, kegiatan ini menjadi bukti bahwa peran pemuda dalam kehidupan gereja semakin signifikan, khususnya dalam menghadirkan bentuk-bentuk pelayanan yang kreatif dan bermakna.




















