banner 728x90
banner 728x90banner 728x90
BeritaDaerahMaluku UtaraNasionalOtomotifPolitikRegionalUncategorized

Ketulusan yang Menggema: Harapan Baru Ridho Guntoro untuk Tanah Kelahiran

93
×

Ketulusan yang Menggema: Harapan Baru Ridho Guntoro untuk Tanah Kelahiran

Sebarkan artikel ini

Potretone.com, Sanana,- Suasana haru menyelimuti Aula Beliga Hotel, Sanana, Selasa (9/12/2025), ketika M. Ridho Guntoro kembali dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kepulauan Sula. Bukan tepuk tangan yang paling menggetarkan ruangan hari itu melainkan ketulusan dalam kata-kata yang Ridho sampaikan kepada masyarakat yang ia cintai.

Dalam pidato perdananya, Ridho berdiri dengan suara yang bergetar namun tegas. Ia tidak berbicara sebagai ketua partai. Ia berbicara sebagai anak Sula, anak kampung yang tumbuh melihat wajah-wajah lelah para nelayan sepulang melaut, tangan keras petani yang tetap tersenyum meski hasil panen tak seberapa, dan ibu-ibu yang harus berjuang membawa anaknya berobat jauh karena fasilitas yang belum memadai.

“Saya melihat langsung penderitaan nelayan, petani, kaum ibu, serta persoalan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan yang belum tuntas,” katanya sambil menarik napas dalam. “Banahi Sula, Mai La Ta Benahi Sula, kasihan Sula, mari kita benahi Sula.”

Kalimat itu membuat seisi ruangan hening beberapa saat. Ada yang menunduk, ada yang mengusap mata, seakan ucapan Ridho membangkitkan kembali kenangan dan harapan tentang rumah yang sama, Sula yang belum selesai diperjuangkan.

Ridho menegaskan bahwa jabatan Ketua DPC bukanlah kehormatan pribadi. Bukan pula tempat untuk mencari posisi. Baginya, amanah itu adalah beban yang harus dipikul dengan hati yang penuh keberpihakan kepada rakyat.

Ia menolak kader pasif, menolak pemburu jabatan, dan berjanji mengembalikan marwah organisasi melalui disiplin, konsolidasi, serta penguatan kader hingga akar rumput.

Ia juga menyampaikan keprihatinannya: pasar nelayan yang belum tertata, anak-anak yang harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pendidikan layak, dan pelayanan kesehatan yang belum menjangkau semua pelosok.

“Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi?” ucapnya lirih namun mantap.

Ridho berkomitmen menjadikan PDI Perjuangan sebagai mitra kritis dan konstruktif untuk memastikan arah pembangunan daerah benar-benar berpihak kepada masyarakat. Baginya, perjuangan ini bukan sekadar agenda politik melainkan bentuk cinta kepada tanah kelahiran.

Di akhir acara, banyak yang menyalaminya bukan sebagai ketua baru, tetapi sebagai seseorang yang berbicara dengan hati, menggugah kembali keyakinan bahwa Sula bisa dibenahi, pelan-pelan, bersama-sama.

banner 728x90banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *