banner 728x90
BeritaDaerahNasionalOpiniPemiluPolitik

Direstui Kedua Orang Tua, Anak Mantan Wakil Bupati Optimis menang

100
×

Direstui Kedua Orang Tua, Anak Mantan Wakil Bupati Optimis menang

Sebarkan artikel ini

PotretOne.com, Sanana – Para calong Anggota legislatif mulai gencar merebut kursi kekuasaan melalui momentum demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) pada 14 febuari 2024 mendatang. Bahkan para politisi berbagai partai politik suda bergerak untuk konsulidasi di daerah pemilihannya masing-masing. Selasa (26/12/2023).

Salah satunya Abdoela Samad Syalan, Caleg DPDRD Daerah Pemilihan (Dapil) 4 Kab. kepulauan Sula, dari Partai Buruh nomor urut 1, mulai bergerak untuk melakukan konsulidasi. “Insya Allah, pasca tahun baru saya mulai bergerak konsuladi dan kampanye”ucapnya.

banner 728x90

Selain itu Abdoela Samad Syalan anak dari Bapak H. Ridwan Syalan dan Ibu Hj. Amina ini mengaku, mendapatkan dukungan dan dorongan dari keluarga dan saudaranya teruatama kedua orang tuanya.

“Motivasi maju jadi Caleg DPRD ini atas dukungan orang banyak, keluarga dan saudara yang ada, dan saya akan membuktikan bahwa anak muda melenial itu juga bisa,” tegasnya.

Putra ke-3 dari 3 bersaudara itu tetap optimis dan mengejar mimpi untuk mengabdikan dirinya kepada masyarakat, terutama didaerah pemilihannya.

“Saya selaku Anak muda melenial ingin bermanfaat dan berbuat untuk Daerah. Dan Insa Allah, saya tetap komitmen menjadi caleg setia untuk mengabdi terhadap masyarakat.”tegasnya. (**)

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Potretone.com, Sanana,- Sikap diam Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Sula terkait dugaan pelanggaran ketenagakerjaan di PT Mangoli Timber Produsen (MTP) mulai memantik kritik keras. Lembaga legislatif yang memiliki fungsi pengawasan di bidang tenaga kerja itu dinilai belum menunjukkan keberanian politik untuk membela ribuan pekerja lokal yang diduga kehilangan hak-hak normatifnya.

Berita

Potretone.com, Sanana,- Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Kepulauan Sula menuai kritik keras setelah hingga kini belum juga menyerahkan hasil temuan proyek bermasalah kepada aparat penegak hukum (APH), meski telah melakukan rapat dengar pendapat (RDP), meminta dokumen pelaksanaan anggaran (DPA), hingga turun melakukan uji petik lapangan di sejumlah proyek pemerintah daerah.