BeritaDaerahMaluku UtaraNasionalUncategorized

Dari Sanana untuk Indonesia! Fiyanti Buamona Satukan Ribuan Tenaga Kesehatan dari 13 Puskesmas dalam Semangat HKN

18
×

Dari Sanana untuk Indonesia! Fiyanti Buamona Satukan Ribuan Tenaga Kesehatan dari 13 Puskesmas dalam Semangat HKN

Sebarkan artikel ini

POTRETONE.com, Sanana,- Sore tadi, dihalaman benteng Sanana Desa Mangon Kecamatan Sanana, sekitar pukul 16.00 WIT, Hj. Fiyanti Buamona dalam momentum peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke- 62 Tahun 2026, menggaungkan semangat para ribuan tenaga kesehatan dari 13 Puskesmas di Kepulauan Sula.

Fiyanti secara resmi membuka rangkaian kegiatan perlombaan dan konvoi kesehatan dengan mengusung tema nasional “Sehat untuk Semua.” Sabtu (7/11/2026).

Kegiatan tersebut bukan hanya sekedar perayaan tahunan. Tapi lebih dari itu, ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, membangun solidaritas, serta meneguhkan kembali komitmen seluruh insan kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sore tadi di halaman benteng Sanana menjadi suasana kebersamaan tampak melalui kehadiran ribuan tenaga kesehatan yang datang dari berbagai wilayah Kepulauan Sula.

Mereka yang hadir untuk mengikuti konvoi dari 13 Puskesmas di Kepulauan Sula, yakni Puskesmas Mangon, Wai Ipa, Pohea, Kabau, Fuata, Baleha, Waiboga, Waisakai, Waitina, Mangoli, Buya, Dofa, dan Falabisahaya.

Kehadiran 13 Puskesmas ini menjadi gambaran bahwa pembangunan kesehatan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kerja sama, semangat kolektif, dan tanggung jawab seluruh tenaga kesehatan untuk memastikan pelayanan kesehatan dapat menjangkau setiap lapisan masyarakat.

Fiyanti: HKN Bukan Sekadar Seremonial, Melainkan Momentum Pengabdian

Dalam sambutannya, Hj. Fiyanti Buamona menyampaikan bahwa Hari Kesehatan Nasional memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar kegiatan seremonial yang diperingati setiap tahun.

Menurutnya, HKN merupakan momentum untuk melihat kembali perjalanan pembangunan kesehatan, mengevaluasi berbagai capaian, sekaligus memperkuat komitmen dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan dapat dirasakan seluruh masyarakat.

Ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh tenaga kesehatan yang selama ini telah mencurahkan tenaga, pikiran, bahkan mengorbankan waktu bersama keluarga demi menjalankan tugas kemanusiaan.

Pengabdian tersebut, kata Fiyanti, tidak hanya berlangsung di rumah sakit dan Puskesmas, tetapi juga di Puskesmas Pembantu (Pustu) serta berbagai fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, termasuk tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah terpencil dan kepulauan.

“HKN menjadi bentuk penghargaan dan apresiasi kepada seluruh insan kesehatan yang selama ini telah bekerja keras, mengabdikan diri, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik di rumah sakit, Puskesmas, Pustu, maupun di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, termasuk mereka yang bertugas di wilayah-wilayah terpencil dan kepulauan,” ungkap Fiyanti.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan merupakan pekerjaan kemanusiaan yang membutuhkan ketulusan, dedikasi, dan tanggung jawab besar. Terlebih di daerah kepulauan seperti Kepulauan Sula, pemerataan pelayanan kesehatan memiliki tantangan geografis tersendiri.

Konvoi Kesehatan, Bukan Sekadar Pawai tetapi Pesan Persatuan

Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam pembukaan HKN ke-62 adalah konvoi kesehatan yang melibatkan ribuan jajaran tenaga kesehatan dari 13 Puskesmas.

Bagi Fiyanti, konvoi tersebut bukan hanya kegiatan untuk memeriahkan peringatan HKN, melainkan simbol persatuan dan kekompakan seluruh insan kesehatan yang memiliki satu tujuan besar, yaitu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Konvoi ini bukan sekadar kegiatan untuk memeriahkan suasana, tetapi juga merupakan simbol kebersamaan, persatuan, kekompakan, dan semangat seluruh insan kesehatan di Kabupaten Kepulauan Sula,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Fiyanti ingin memperlihatkan bahwa seluruh tenaga kesehatan merupakan satu keluarga besar. Tidak ada perbedaan dalam semangat pengabdian, meskipun masing-masing bertugas di wilayah dan fasilitas pelayanan kesehatan yang berbeda.

Semangat itulah yang diharapkan terus terpelihara, sehingga koordinasi, kerja sama, dan solidaritas antartenaga kesehatan semakin kuat dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Dorong Kesadaran Masyarakat, Kesehatan Dimulai dari Diri Sendiri

Tidak berhenti pada kegiatan internal tenaga kesehatan, Fiyanti juga menginginkan agar peringatan HKN memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Ia berharap konvoi kesehatan dapat menjadi media edukasi dan kampanye kesehatan publik, terutama dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

Mulai dari menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, hingga memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia.

“Saya berharap konvoi ini menjadi sarana edukasi dan kampanye kesehatan kepada masyarakat, sehingga pesan-pesan tentang pentingnya menjaga kesehatan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan dapat semakin dikenal dan dipahami oleh masyarakat,” harapnya.

Pesan Fiyanti itu, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan tenaga medis. Masyarakat juga memiliki peran penting melalui kesadaran, kepedulian, dan kebiasaan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan Tegas Fiyanti kepada Ribuan Tenaga Kesehatan

Ribuan peserta, Fiyanti juga menitipkan pesan agar seluruh tenaga kesehatan mengikuti setiap rangkaian perlombaan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjaga kekompakan.

Ia mengingatkan bahwa kemenangan dalam perlombaan bukanlah tujuan utama. Hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana kegiatan tersebut dapat mempererat tali silaturahmi, memperkuat solidaritas, dan membangun motivasi baru dalam menjalankan tugas pengabdian.

“Jangan hanya mengejar kemenangan, tetapi jadikanlah momentum ini untuk membangun kebersamaan, memperkuat solidaritas, dan meningkatkan motivasi kita dalam bekerja dan mengabdi kepada masyarakat,” pesan Fiyanti.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Fiyanti kembali menekankan bahwa semangat yang dibangun dalam peringatan HKN ke-62 tidak boleh berhenti ketika seluruh perlombaan selesai.

Sebaliknya, nilai kebersamaan, persatuan, kedisiplinan, dan semangat pengabdian harus terus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Dari Kepulauan Sula untuk Indonesia

Peringatan HKN ke-62 di Kepulauan Sula membawa pesan bahwa pembangunan kesehatan harus menjangkau semua orang, tanpa terkecuali. Masyarakat yang tinggal di pusat perkotaan maupun mereka yang berada di wilayah terpencil dan kepulauan memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan.

Di bawah semangat kebersamaan yang digaungkan Hj. Fiyanti Buamona, seluruh insan kesehatan di Kepulauan Sula diajak untuk terus memperkuat pengabdian, meningkatkan kepedulian, dan menjadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai prioritas bersama.

Sebab, ukuran keberhasilan pembangunan kesehatan bukan hanya tentang banyaknya kegiatan yang diselenggarakan, tetapi juga tentang seberapa besar manfaat pelayanan yang dapat dirasakan masyarakat.

Dari Sanana, Kepulauan Sula, semangat “Sehat untuk Semua” digaungkan. Sebuah pesan bahwa kesehatan adalah hak setiap orang, pengabdian adalah tanggung jawab setiap insan kesehatan, dan mewujudkan masyarakat yang sehat merupakan perjuangan bersama.

(Ris)

banner 728x90 banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *