banner 728x90
Uncategorized

Semangat Sumpah Pemuda: Membangun Mental Pemuda Pejuang Bangsa, Mengikis Habis Mental Penghianat dan Penghancur Bangsa

5
×

Semangat Sumpah Pemuda: Membangun Mental Pemuda Pejuang Bangsa, Mengikis Habis Mental Penghianat dan Penghancur Bangsa

Sebarkan artikel ini

​Dumai, Riau-Indonesia,28 Oktober 2026— Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini kembali menjadi momen refleksi mendalam bagi seluruh elemen bangsa Indonesia. Di tengah dinamika zaman dan berbagai tantangan global yang semakin kompleks, seruan kuat menggema dari berbagai kalangan: saatnya generasi muda kembali pada akar perjuangan, memperkuat mental sebagai pejuang bangsa, serta membersihkan diri dari mentalitas pengkhianat dan perusak kemajuan negeri.
​Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada 28 Oktober 1928 bukan sekadar teks sejarah yang dihafal di ruang-ruang kelas. Ia adalah manifestasi dari tekad kolektif melampaui sekat suku, agama, ras, dan golongan demi satu tujuan: Indonesia yang bersatu, berdaulat, dan maju.
​Membangun Mental Pejuang: Tangguh, Inovatif, dan Berintegritas
​Mental pemuda pejuang bangsa adalah fondasi utama dalam menghadapi masa depan. Pemuda hari ini tidak lagi mengangkat senjata bambu runcing, melainkan menghadapi medan juang yang berbeda: disrupsi teknologi, kompetisi global, serta perang informasi.
​Para pengamat sosial menilai bahwa mental pejuang modern tercermin dari:
​Integritas Tinggi: Menjunjung tinggi kejujuran, etika, dan tanggung jawab moral di setiap lini kehidupan, baik akademik, profesional, maupun sosial.
​Daya Tahan (Resilience): Tidak mudah menyerah di tengah kesulitan ekonomi atau kegagalan, serta senantiasa mencari solusi konstruktif bagi masyarakat.
​Nasionalisme Berkelanjutan: Memprioritaskan kepentingan bangsa dan negara di atas ambisi pribadi atau golongan yang sempit.
​Menolak Tegas Mental “Penghianat dan Penghancur Bangsa”
​Di sisi lain, tantangan terbesar bangsa ini sering kali datang dari dalam. Fenomena moral yang menggerus sendi-sendi kebangsaan—seperti praktik korupsi, kolusi, penyalahgunaan narkoba, sikap apatis terhadap masa depan negara, hingga tindakan yang memecah belah persatuan demi kepentingan kelompok—merupakan wujud dari mentalitas penghianat dan penghancur bangsa.
​Mentalitas instan, menghalalkan segala cara (ends justify the means), serta kesediaan untuk menggadaikan kedaulatan moral demi keuntungan sesaat adalah ancaman nyata yang harus dihapus bersama.
​”Pemuda yang bermental pejuang tidak akan pernah menjual bangsanya demi keuntungan pribadi. Sebaliknya, seorang penghianat bangsa adalah mereka yang membiarkan perpecahan terjadi dan merusak masa depan generasi masa depan demi kesenangan sesaat.”
​Seruan Kolaborasi Menuju Indonesia Emas
​Peringatan Hari Sumpah Pemuda harus menjadi titik balik lahirnya gerakan moral nasional. Pemerintah, dunia pendidikan, tokoh masyarakat, dan organisasi kepemudaan didorong untuk bersinergi menciptakan ekosistem yang mendukung tumbuh kembangnya karakter pemuda yang tangguh dan beretika.
​Sudah saatnya seluruh pemuda Indonesia merapatkan barisan, menyalakan kembali api idealisme, dan membuktikan bahwa generasi hari ini adalah pewaris sah semangat para pahlawan 1928—generasi yang membangun, bukan yang menghancurkan; generasi yang menyatukan, bukan yang mencerai-beraikan.
​Mari bersama kita rawat persatuan, tegakkan integritas, dan jadilah pemuda pejuang yang membanggakan Ibu Pertiwi!

Jurnalis :Rec. Bengs

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

PotretOne.com, Sanana,- Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Kepulauan Sula menyatakan anggota DPRD Lasidi Leko melanggar kode etik menyusul putusan pengadilan dalam perkara tindak pidana korupsi pengelolaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk pengadaan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sula Tahun Anggaran 2021.