DUMAI – Potretone.com- Momen membanggakan datang dari SMP Negeri 20 Dumai. Sejumlah anak didiknya terpilih mewakili sekolah sebagai tamu undangan dan tergabung dalam Tim Putri Idaman dalam sebuah kegiatan di Kelurahan.13/10/26
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Sekolah SMPN 20 Tatang Malana.Spd., saat dimintai keterangannya bersama Lurah Mundam Adi Aprianto.SSTP.,Pihak sekolah merasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada para siswanya untuk tampil dalam acara tersebut.
”Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi SMPN 20 khususnya, dan Kelurahan pada umumnya. Anak-anak kita tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tapi juga dipercaya untuk mewakili daerah dalam kegiatan seremonial sebagai Putri Idaman,” ujar Kepala Sekolah.
Menurutnya, keterlibatan siswa dalam kegiatan di luar sekolah merupakan bentuk pembinaan karakter dan kepercayaan diri. Pihak kelurahan pun menyambut positif dan mendukung penuh partisipasi aktif sekolah dalam setiap kegiatan kemasyarakatan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus aktif dan berprestasi.
Jadi kalau ke anak-anak pelajar yang kita undang tadi itu bukan sekadar seremonial pemahaman terkait bencana alam saja, Harapannya nilai itu kebawa ke rumah, mereka yang nanti ingatkan orang tuanya agar tetap waspada,tenang ketika menghadapi suatu musibah atau bencana di dalam keluarga,tutur kepsek
Kami di kelurahan tidak jalan sendiri. Untuk sosialisasi bencana, khususnya yang paling rawan di kita yaitu Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan), kita bersinergi dengan Babinsa Koramil 02/Bukit Kapur dan BPBD Kota Dumai.
Seperti yang rutin dilaksanakan Babinsa Kelurahan Mundam, patroli dan sosialisasi door to door di Jalan Permata Mundam Sari, Jalan Nenas, Jalan Parit Ginen — itu untuk edukasi warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, plus dijelaskan juga sanksi hukumnya.
Kegiatan itu bagian dari upaya preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya karhutla di Medang Kampai. Selain karhutla, dari kelurahan juga kita selalu selipkan di pertemuan RT/RW dan PKK tentang banjir rob dan puting beliung, cara buat biopori dan jaga saluran air tetap bersih. ,terang Adi Aprianto
Untuk wacana atau program ke depan biar bisa berkompetisi dengan kelurahan lain, dan ini yang sedang kita dorong.
Kami dari Kelurahan Mundam sudah menyiapkan 3 langkah:
1. Tingkat Pelajar:
Lomba Duta Lingkungan Cilik Mundam. Nanti perwakilan SD/SMP di Mundam kita lombakan karya bank sampah, video edukasi karhutla, dan taman toga sekolah. Juara 1 nya akan kita dorong ikut Lomba Sekolah Adiwiyata tingkat Kecamatan dan Kota Dumai.
2. Tingkat Masyarakat:
Program Kampung Iklim (ProKlim) dan Bank Sampah Induk. Tiap RT kita tantang untuk punya 1 bank sampah aktif dan 1 lorong ProKlim. Penilaiannya jelas: kebersihan, pengelolaan sampah, penghijauan. Ini nanti bisa kita kompetisi kan di Lomba Kelurahan Berseri dan Lomba Kelurahan Peduli Lingkungan tingkat Kota Dumai.
3. Antar Kelurahan:
Kita di Medang Kampai sudah wacana bikin Piala Bergilir Camat untuk Kelurahan Terbersih dan Tangguh Bencana. Jadi tidak hanya bersih-bersih, tapi juga siap siaga bencananya dinilai. Mundam InsyaAllah siap jadi tuan rumah pertama.
Mohon doa dan dukungan adik-adik pelajar semua, supaya Mundam bukan hanya bersih, tapi juga jadi contoh kelurahan yang peduli lingkungan dan tangguh bencana, terang Lurah Mundam menutup bincangnya
Jurnalis: Diana


















