Manado,- Di balik setiap hasil pemeriksaan laboratorium yang menjadi dasar dokter mengambil keputusan, ada dedikasi para Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) yang bekerja tanpa banyak sorotan. Mereka hadir sejak dini hari, teliti memeriksa setiap sampel, dan memikul tanggung jawab besar demi keselamatan pasien.
Semangat pengabdian itulah yang kembali dibawa Dewan Pengurus Cabang (DPC) Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI) Kota Ternate saat mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XXVIII PATELKI danĀ Temu Ilmiah XXXII PATELKI di Hotel Four Points by Sheraton, Manado, Sulawesi Utara.
Keikutsertaan DPC PATELKI Kota Ternate bukan sekadar memenuhi agenda organisasi. Lebih dari itu, kehadiran mereka menjadi wujud komitmen untuk terus belajar, memperkuat kompetensi, dan membawa pulang ilmu terbaru demi meningkatkan kualitas pelayanan laboratorium medik bagi masyarakat di Kota Ternate.
Rakernas XXVIII PATELKI menjadi forum penting bagi para pengurus dari seluruh Indonesia untuk menyatukan visi, mengevaluasi program kerja, sekaligus merumuskan langkah strategis dalam memperkuat organisasi dan mendukung transformasi layanan kesehatan nasional.
Sementara itu, Temu Ilmiah XXXII PATELKI menghadirkan berbagai pembaruan ilmu pengetahuan, perkembangan teknologi laboratorium, hingga praktik terbaik yang dapat diterapkan dalam pelayanan sehari-hari. Bagi para ATLM, kesempatan seperti ini bukan hanya tentang menambah wawasan, tetapi juga menjaga kualitas profesi di tengah pesatnya perkembangan dunia kesehatan.
Ketua DPC PATELKI Kota Ternate, Riskawati Hasanuddin, S.ST., M.Biomed., CPS, mengatakan bahwa setiap ilmu yang diperoleh dalam Rakernas dan Temu Ilmiah merupakan bekal berharga yang nantinya akan dibawa pulang untuk diterapkan di daerah.
“Rakernas menjadi momentum yang sangat penting untuk menyatukan visi organisasi serta menyusun langkah-langkah strategis ke depan. Sementara Temu Ilmiah memberikan kesempatan bagi para ATLM untuk terus memperbarui pengetahuan dan kompetensi sesuai perkembangan ilmu dan teknologi laboratorium medik,” ujarnya, Kamis (16/7/2026).
Menurut Riskawati, tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks menuntut setiap tenaga laboratorium medik untuk tidak pernah berhenti belajar. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan regulasi, profesionalisme dan kompetensi menjadi kunci agar pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.
Ia berharap seluruh materi, pengalaman, dan hasil pembahasan yang diperoleh selama kegiatan dapat diimplementasikan di Kota Ternate sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pelayanan laboratorium medik.
“Pada akhirnya, setiap ilmu yang kami bawa pulang bukan hanya untuk organisasi atau profesi, tetapi untuk masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang cepat, akurat, dan berkualitas,” katanya.
Rakernas XXVIII dan Temu Ilmiah XXXII PATELKI menjadi pengingat bahwa di balik seragam putih para tenaga laboratorium medik, ada semangat pengabdian yang terus menyala. Meski kerap bekerja jauh dari sorotan, mereka tetap menjadi bagian penting yang menopang pelayanan kesehatan Indonesia.
Dari Manado, DPC PATELKI Kota Ternate membawa pulang lebih dari sekadar hasil rapat dan sertifikat keikutsertaan. Mereka membawa harapan, semangat baru, dan tekad untuk terus menghadirkan pelayanan laboratorium medik yang semakin profesional demi kesehatan masyarakat.
(Ris)


















