BeritaDaerahMaluku UtaraNasionalUncategorized

Menu MBG Dikritik Siswa: “Di Rumah Juga Makan Pisang, Tong Su Bosan”

286
×

Menu MBG Dikritik Siswa: “Di Rumah Juga Makan Pisang, Tong Su Bosan”

Sebarkan artikel ini

Sanana,- Sejumlah siswa SMP Negeri Kabau, Kecamatan Sulabesi Barat, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, terekam membuang makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah.

Peristiwa itu terlihat dalam video berdurasi sekitar delapan detik yang beredar di masyarakat dan diterima media ini, Sabtu (6/6/2026).

Dalam rekaman tersebut, tampak sejumlah siswa menghamburkan pisang rebus yang merupakan menu MBG. Saat ditanya alasan membuang makanan tersebut, para siswa mengaku bosan karena menu yang diberikan hampir setiap hari berupa pisang rebus.

“Anak-anak buang-buang pisang karena mereka bilang sudah bosan makan pisang,” terdengar suara seorang warga dalam video tersebut.

Keluhan serupa disampaikan para siswa. Mereka mengaku tidak lagi tertarik mengonsumsi pisang rebus karena makanan yang sama juga sering tersedia di rumah.

“Katong su bosan makan pisang karena di rumah juga makan pisang,” ujar seorang siswi.

Seorang siswi lain yang mengenakan seragam Pramuka juga menyampaikan keluhannya kepada guru.

“Ibu, kui mai pisang, pisang rebus lagi, pisang rebus terus. Jadi tong bosan makan pisang, Ibu,” ucap siswi tersebut.

Video itu memunculkan sorotan terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah tersebut. Pasalnya, salah satu tujuan utama program tersebut adalah memastikan peserta didik memperoleh asupan gizi yang cukup melalui menu yang sehat, seimbang, dan bervariasi.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak SMP Negeri Kabau, penyedia makanan, maupun instansi terkait mengenai video yang beredar serta keluhan siswa terhadap menu MBG yang disebut didominasi pisang rebus.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak penyelenggara program segera melakukan evaluasi terhadap variasi menu yang diberikan kepada siswa agar tujuan Program Makan Bergizi Gratis dapat tercapai secara maksimal tanpa menimbulkan kejenuhan di kalangan penerima manfaat.

(Ris)

banner 728x90 banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

“HKN menjadi bentuk penghargaan dan apresiasi kepada seluruh insan kesehatan yang selama ini telah bekerja keras, mengabdikan diri, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik di rumah sakit, Puskesmas, Pustu, maupun di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, termasuk mereka yang bertugas di wilayah-wilayah terpencil dan kepulauan,” ungkap Fiyanti.