banner 728x90
BeritaDaerahMaluku UtaraNasionalOtomotifRegionalUncategorized

Empat Kali Dianggarkan, Tapi Disebut Dana Pribadi Bupati: Uang Rp. 1,3 Milyar Mesjid TriSula Ada Dimana?

114
×

Empat Kali Dianggarkan, Tapi Disebut Dana Pribadi Bupati: Uang Rp. 1,3 Milyar Mesjid TriSula Ada Dimana?

Sebarkan artikel ini

Potretone.com, Sanana,- Pernyataan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula terkait sumber pendanaan pembangunan Masjid Trisula mulai di sorot. Proyek yang disebut dibiayai dari dana pribadi Bupati Fifian Adeningsi Mus tersebut diketahui sebelumnya telah beberapa kali masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Kepulauan Sula, Rosihan Buamona, menegaskan pembangunan masjid tanpa menggunakan dana APBD.

banner 728x90

Ia menyebut dibeberapa media online, pembiayaan proyek berasal langsung dari Bupati Kepulauan Sula, Fifian Adeningsi Mus.

“Saya dan Kadispora menjadi saksi. Semua kebutuhan, mulai dari material hingga tenaga kerja, menggunakan dana pribadi Ibu Bupati,” ujar Rosihan.

Menurut dia, pembangunan telah berjalan sekitar dua bulan. Ia juga menyebut gaji Bupati selama ini digunakan untuk mendukung pembangunan masjid tersebut.

Namun, data penganggaran menunjukkan hal berbeda.
Berdasarkan penelusuran pada Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), proyek pembangunan Masjid Trisula tercatat telah dianggarkan sebanyak empat kali melalui APBD sejak 2021 hingga 2024.

Adapun rincian anggaran tersebut yakni:

1. Tahun 2021 sebesar Rp200 juta
2. Tahun 2022 sebesar Rp200 juta
3. Tahun 2023 sebesar Rp500 juta
4. Tahun 2024 sebesar Rp400 juta

Total anggaran yang tercatat mencapai Rp1,3 miliar.

Temuan ini memunculkan pertanyaan terkait konsistensi antara pernyataan pemerintah daerah dan data penganggaran.

Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kepulauan Sula, Prabowo Sibela, meminta pemerintah daerah memberikan penjelasan terbuka.

“Kalau benar menggunakan dana pribadi, maka harus dijelaskan ke mana anggaran APBD yang sudah disetujui itu,” kata Prabowo. Jumat, (17/4/2026).

Ia menilai, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembangunan tempat ibadah, tetapi juga menyangkut akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

Menurut dia, setiap anggaran yang dialokasikan dalam APBD semestinya memiliki laporan realisasi dan progres fisik yang jelas.

IMM, lanjut Prabowo, mendesak pemerintah daerah dan Dinas PUPR membuka dokumen terkait proyek tersebut, mulai dari perencanaan hingga realisasi anggaran.

“Ini menyangkut kepercayaan publik. Jika ada ketidaksesuaian, harus diaudit,” ujarnya.

Hingga kini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula belum memberikan penjelasan rinci mengenai keterkaitan antara penganggaran APBD dan klaim penggunaan dana pribadi dalam pembangunan Masjid Trisula.

Polemik ini pun masih terus bergulir di tengah tuntutan transparansi dari berbagai pihak.

(Ris)

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Sanana,- Aksi demonstrasi yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Kabupaten Kepulauan Sula untuk menyoroti dugaan kasus-kasus korupsi di daerah berakhir ricuh. Ketua IMM Kepulauan Sula, Prabowo Sibela, mengaku menjadi korban dugaan pemukulan oleh seorang oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat menyampaikan aspirasi di depan Istana Daerah, Desa Fagudu, Kecamatan Sanana, Minggu (31/5/2026).

Berita

Potretone.com, Sanana,- Sikap diam Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Sula terkait dugaan pelanggaran ketenagakerjaan di PT Mangoli Timber Produsen (MTP) mulai memantik kritik keras. Lembaga legislatif yang memiliki fungsi pengawasan di bidang tenaga kerja itu dinilai belum menunjukkan keberanian politik untuk membela ribuan pekerja lokal yang diduga kehilangan hak-hak normatifnya.