Potretone.com, Jakarta,- Sekolah Tinggi Teologi (STT) Institut Kristen Arastamar (IKAT) Jakarta menandai perjalanan 40 tahun pengabdiannya melalui perayaan Dies Natalis yang dirangkaikan dengan ibadah syukur serta prosesi wisuda Program Sarjana, Magister, dan Doktor pada 12-13 Februari 2026.
Perayaan Dies Natalis diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Prof. Dr. Yasona H. Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D., yang mengajak sivitas akademika dan jemaat untuk merefleksikan peran pendidikan teologi dalam membentuk karakter pelayan dan pemimpin Kristen yang berintegritas di tengah perubahan zaman.
Sehari setelahnya, STT IKAT Jakarta menggelar Sidang Terbuka Senat Wisuda, yang dipimpin langsung oleh Prof. Yasona H. Laoly selaku pimpinan sidang. Pada kesempatan tersebut, sebanyak 251 lulusan resmi dikukuhkan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sarjana hingga Doktor.
Lulusan berasal dari sejumlah program studi, antara lain Sarjana Teologi, Sarjana Pendidikan Agama Kristen, Magister Pendidikan Agama Kristen, Magister Teologi, Magister Kepemimpinan Kristen, Magister Konseling, Doktor Pendidikan, Doktor Teologi, serta Doktor Ministry (Doktor Pelayanan).
Rangkaian Dies Natalis dan wisuda turut dihadiri oleh Ketua Pimpinan IKAT Jakarta, Pdt. Dr. Jimmy M. R. Lumintang, M.A., M.Th., M.B.A., Ph.D., jajaran senat akademik, dosen, serta sivitas akademika.
Turut hadir pula Ketua STT IKAT Maluku Utara, Adv. Dr. Tommy Sanfaat, S.H., S.Th., M.Th., M.Pd., CPT., C.Med., sebagai bentuk dukungan dan sinergi jaringan IKAT di berbagai daerah.
Dalam prosesi wisuda, STT IKAT Jakarta menganugerahkan gelar Doktor Ministry kehormatan kepada dua tokoh asal Kabupaten Halmahera Utara, Dr. Eh. Papilaya dan Pdt. Anton Piga, atas dedikasi mereka dalam pelayanan gereja dan pengembangan kepemimpinan rohani di masyarakat.
Selain itu, Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Aksandris Kitong, juga diwisuda sebagai Sarjana Pendidikan setelah menyelesaikan studi di STT IKAT Maluku Utara.
Orasi ilmiah wisuda disampaikan oleh Dr. Dona Sampaleng, M.Pd., mewakili Pdt. Jimi, dengan menekankan urgensi transformasi pendidikan teologi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, beriman, dan adaptif terhadap perkembangan global.
Kehadiran pemerintah diwakili oleh Direktur Pendidikan Tinggi Bimbingan Masyarakat Kristen, BPK Suwarsono, yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi STT IKAT dalam pengembangan pendidikan keagamaan dan pembinaan kepemimpinan Kristen di Indonesia.
Momentum Dies Natalis ke-40 ini menjadi tonggak strategis bagi STT IKAT Jakarta untuk memperkuat peran institusi dalam pendidikan teologi, pengabdian gerejawi, serta pembangunan sosial melalui jejaring IKAT di tingkat nasional.
(Cheni)



















