banner 728x90
banner 728x90
BeritaDaerahMaluku UtaraNasionalOtomotifRegionalUncategorized

Pemuda Tosoa Tegaskan Kewaspadaan Dampak Geothermal Talaga Ranu terhadap Ekosistem Hayati

56
×

Pemuda Tosoa Tegaskan Kewaspadaan Dampak Geothermal Talaga Ranu terhadap Ekosistem Hayati

Sebarkan artikel ini

PotretOne.com, Sanana,-
Salah satu tokoh pemuda Desa Tosoa, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, Ardians Garera, menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap rencana dan aktivitas pengembangan energi panas bumi (geothermal) di kawasan Talaga Ranu, yang dinilai berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap ekosistem hayati apabila tidak dikelola secara bijak dan bertanggung jawab.

Menurut Ardians, meskipun energi geothermal kerap dipromosikan sebagai energi terbarukan dan ramah lingkungan, dalam praktiknya pengelolaan yang tidak tepat tetap berisiko merusak keseimbangan alam, terutama di wilayah yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi.

banner 728x90

“Berdasarkan berbagai kajian dan pengalaman di sejumlah daerah, aktivitas eksplorasi dan eksploitasi geothermal berpotensi menyebabkan kerusakan habitat alami, penurunan keanekaragaman hayati, serta gangguan terhadap keseimbangan ekosistem, khususnya jika berada di kawasan hutan, pegunungan, dan wilayah dengan spesies endemik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tahapan pengembangan geothermal seperti pembukaan lahan, pengeboran, pembangunan infrastruktur, hingga pembuangan fluida panas bumi dapat berdampak langsung terhadap flora dan fauna. Selain itu, emisi gas berbahaya seperti hidrogen sulfida (H²S), serta potensi pencemaran air dan tanah, berisiko menurunkan kualitas lingkungan hidup dan mengancam sumber penghidupan masyarakat sekitar.

Sebagai bagian dari generasi muda, Ardians menegaskan adanya tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan saat ini tidak mengorbankan keberlanjutan lingkungan di masa depan.

“Pembangunan energi tidak boleh semata-mata berorientasi pada keuntungan ekonomi. Perlindungan ekosistem hayati dan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada publik, pelibatan masyarakat secara bermakna, serta pelaksanaan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang objektif, transparan, dan dapat diuji secara ilmiah. Pemerintah dan pihak pengembang diminta menjadikan prinsip kehati-hatian sebagai dasar utama dalam setiap tahapan proyek geothermal.

“Kami, para pemuda, tidak menolak pembangunan. Namun kami menolak pembangunan yang mengabaikan kelestarian alam dan mengancam masa depan generasi mendatang. Perlindungan lingkungan adalah investasi jangka panjang yang tidak boleh dikompromikan,” pungkasnya.

(GN)

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *