PotretOne.com Sanana,- Menjelang pembukaan Kongres IV Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula (HPMS), dinamika internal organisasi mulai menguat. Munculnya sejumlah kandidat Ketua Umum dinilai sebagai tanda ketersediaan kader, namun juga berpotensi memicu perpecahan jika tidak disikapi secara bijak.
Hal tersebut disampaikan Munir Banapon, mantan Ketua HPMS Cabang Kepulauan Sula dan mantan Sekretaris Jenderal PP HPMS. Ia mengimbau seluruh peserta kongres, pemilik hak suara, panitia, serta Pengurus Pusat HPMS untuk menjaga suasana kongres tetap kondusif dan berorientasi pada persatuan.
“Rivalitas itu wajar dalam organisasi. Tapi jangan sampai euforia kontestasi justru mengorbankan persaudaraan dan masa depan HPMS,” ujar Munir, Minggu (10/1/2026).
Munir mengingatkan bahwa HPMS telah lama mengalami stagnasi. Karena itu, Kongres IV seharusnya menjadi momentum kebangkitan organisasi, bukan sekadar ajang perebutan posisi.
“Selama hampir 20 tahun HPMS berjalan tidak optimal. Kongres ini harus menjadi titik balik untuk konsolidasi dan pembenahan organisasi,” katanya.
Ia menekankan pentingnya mengedepankan kearifan lokal dalam mengambil keputusan, khususnya nilai maksaira, tradisi musyawarah mufakat masyarakat Sula yang menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau kelompok.
“Maksaira adalah fondasi demokrasi orang Sula. Nilai ini perlu dihidupkan kembali agar kongres menghasilkan keputusan yang menyatukan,” jelasnya.
Dalam konteks organisasi modern, Munir menilai semangat maksaira dapat diwujudkan melalui mekanisme aklamasi. Menurutnya, aklamasi bukan bentuk anti-demokrasi, melainkan hasil kesepakatan bersama yang lahir dari musyawarah.
“Aklamasi adalah wajah modern dari maksaira. Ini bisa menjadi jalan untuk menghindari konflik dan menjaga keutuhan HPMS,” tegas Munir.
Ia pun mengimbau seluruh kader untuk menahan ego, mengutamakan persatuan, serta mengedepankan semangat saling membantu demi kepentingan bersama.
“Mari maksaira. Mari aklamasi. Selamat berkongres, HPMS. Persatuan jauh lebih penting daripada kemenangan kelompok,” pungkasnya.
Kongres IV HPMS diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang solid dan membawa organisasi kembali berperan aktif bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat Kepulauan Sula.



















