banner 728x90
BeritaDaerahMaluku UtaraNasionalOtomotifRegionalUncategorized

Bupati Halteng Gelar Zoom Meeting dengan Kemenkes Bahas Percepatan Pembangunan RSUD Weda

29
×

Bupati Halteng Gelar Zoom Meeting dengan Kemenkes Bahas Percepatan Pembangunan RSUD Weda

Sebarkan artikel ini

Potretone.com, Halteng,- Bupati Halmahera Tengah kembali menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong percepatan pembangunan RSUD Weda. Kamis, (5/12/25).

Dalam unggahan di akun Facebook resminya, Bupati menyampaikan bahwa pada hari ini Pemkab Halteng menggelar Zoom Meeting bersama Tim Kementerian Kesehatan RI untuk membahas perkembangan dan kebutuhan teknis pembangunan rumah sakit tersebut.

banner 728x90

Hari ini kami melaksanakan Zoom Meeting bersama Tim Kementerian Kesehatan terkait proses pembangunan RSUD Weda,” tulis Bupati dalam postingannya.

Pertemuan virtual ini dihadiri oleh Bupati Halmahera Tengah, Asisten I, Direktur RSUD, perwakilan Bidang Aset dan Keuangan Daerah, serta tim konsultan pembangunan RSUD Weda.

Kehadiran berbagai unsur ini menjadi bukti bahwa pembangunan RSUD Weda merupakan agenda strategis yang melibatkan lintas sektor.

Selain itu Bupati juga menyampaikan apresiasi atas masukan dari berbagai pihak.

“Terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya tim konsultan, yang telah berdiskusi dan memberikan masukan kepada kami,” ujarnya.

Dalam paparannya, Bupati menjelaskan bahwa lahan yang direncanakan untuk pembangunan RSUD Weda berada pada area rawa. Kondisi ini menyebabkan genangan air kerap muncul dari bawah permukaan tanah.

“Kami menyampaikan bahwa kondisi lahan RSUD berada pada area rawa sehingga sering mengalami genangan air dari bawah permukaan. Karena itu, struktur fondasi bangunan harus dibuat lebih tinggi agar tidak terjadi risiko genangan dan menjaga keamanan konstruksi,” ungkapnya.

Hal ini menjadi salah satu fokus Kemenkes dan konsultan dalam merancang solusi teknis demi memastikan bangunan rumah sakit aman, kuat, dan memenuhi standar konstruksi.

Pembangunan RSUD Weda direncanakan melalui skema kerja sama yang menyerupai KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha).

Dalam skema ini, Kementerian Kesehatan, Pemerintah Daerah, dan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) akan berkolaborasi berdasarkan perhitungan dan kajian teknis dari konsultan.

Model ini diharapkan dapat menjadi solusi percepatan pembangunan sekaligus menjamin kualitas fasilitas kesehatan yang akan berdiri.

Bupati Halteng menegaskan bahwa pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh dalam pembangunan RSUD Weda Kabupaten Halmahera Tengah.

Namun, melihat skala kebutuhan anggaran, Bupati menilai bahwa pembiayaan melalui APBN merupakan pilihan paling ideal untuk menjamin keberlanjutan proyek.

Dalam diskusi, Bupati juga menyoroti pentingnya pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Menurutnya, IPAL adalah elemen vital dalam operasional rumah sakit.

Beliau menegaskan bahwa fasilitas ini bukan sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan utama yang harus dipersiapkan secara serius. RSUD Weda bahkan diharapkan dapat menjadi sentral IPAL di Maluku Utara, sekaligus rumah sakit rujukan bagi wilayah sekitar.

Kerja sama dengan PT IWIP juga telah mencakup dukungan tenaga kesehatan, mulai dari dokter spesialis, dokter umum, hingga perawat, sehingga RSUD Weda nantinya diharapkan mampu memberikan layanan kesehatan berkualitas tinggi.

Di akhir unggahannya, Bupati menyampaikan harapan besar agar pembangunan RSUD Weda dapat berjalan lancar, tepat waktu, dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

“Semoga pembangunan RSUD Weda dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Halmahera Tengah dan Maluku Utara.”harapnya.

Dengan dukungan Kemenkes, Pemda, PT IWIP, dan seluruh pihak terkait, RSUD Weda diharapkan menjadi tonggak penting peningkatan pelayanan kesehatan di kawasan industri dan sekitarnya.

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Sanana,- Aksi demonstrasi yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Kabupaten Kepulauan Sula untuk menyoroti dugaan kasus-kasus korupsi di daerah berakhir ricuh. Ketua IMM Kepulauan Sula, Prabowo Sibela, mengaku menjadi korban dugaan pemukulan oleh seorang oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat menyampaikan aspirasi di depan Istana Daerah, Desa Fagudu, Kecamatan Sanana, Minggu (31/5/2026).

Berita

Potretone.com, Sanana,- Sikap diam Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Sula terkait dugaan pelanggaran ketenagakerjaan di PT Mangoli Timber Produsen (MTP) mulai memantik kritik keras. Lembaga legislatif yang memiliki fungsi pengawasan di bidang tenaga kerja itu dinilai belum menunjukkan keberanian politik untuk membela ribuan pekerja lokal yang diduga kehilangan hak-hak normatifnya.