banner 728x90
BeritaDaerahOlahraga

Bupati Halut Dukung Penuh Pembinaan Sepak Bola Lewat Coaching Clinic di Tobelo

17
×

Bupati Halut Dukung Penuh Pembinaan Sepak Bola Lewat Coaching Clinic di Tobelo

Sebarkan artikel ini

Potretone.com Halut,- Komitmen Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dalam mendukung pengembangan generasi muda terus dibuktikan. Rabu (20/9/2025), Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua membuka secara resmi kegiatan Coaching Clinic Sepak Bola yang digelar di Lapangan Kodim 1508 Tobelo.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Yayasan My Home Tobelo Rumahku dan Askab PSSI Halmahera Utara, dengan menghadirkan pelatih profesional asal Brasil. Puluhan pemain muda dari berbagai klub di Halut antusias mengikuti pelatihan yang bertujuan mengasah skill dan mental bertanding.

banner 728x90

Dalam sambutannya, Bupati Piet Hein menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan menyatakan dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap program pembinaan olahraga.

Foto Istimewa: Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua

Ia berharap kegiatan ini bisa melahirkan pemain-pemain berbakat yang kelak bisa membanggakan Halmahera Utara di level yang lebih tinggi.

“Ini bukan sekadar pelatihan, tapi investasi masa depan Halut di bidang olahraga. Kami mendukung penuh,” ujar Bupati Piet Hein.

Dukungan juga datang dari pihak penyelenggara. Perwakilan Yayasan My Home Tobelo Rumahku menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, dan berharap kerja sama dengan berbagai elemen, termasuk pemerintah dan Askab PSSI, dapat terus ditingkatkan.

Coaching Clinic ini menjadi langkah awal menuju pembinaan sepak bola yang lebih profesional dan berkelanjutan di Halmahera Utara. (Chen)

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Potretone.com, Sanana,- Sikap diam Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Sula terkait dugaan pelanggaran ketenagakerjaan di PT Mangoli Timber Produsen (MTP) mulai memantik kritik keras. Lembaga legislatif yang memiliki fungsi pengawasan di bidang tenaga kerja itu dinilai belum menunjukkan keberanian politik untuk membela ribuan pekerja lokal yang diduga kehilangan hak-hak normatifnya.