Potretone.com, Halut,- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Alumni GMNI Kabupaten Halmahera Utara (Halut) mengimbau seluruh masyarakat, khususnya kalangan pemuda di Tobelo dan sekitarnya, untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi menyusul insiden penghadangan pawai takbiran yang terjadi pada malam Idulfitri 1447 Hijriah, Jumat (24/3/2026).
Insiden yang terjadi berupa penghadangan terhadap rombongan peserta pawai obor dan takbir keliling, yang sempat memicu ketegangan hingga aksi pelemparan batu di lokasi kejadian.
Peristiwa ini melibatkan seorang warga yang diduga melakukan penghadangan terhadap peserta pawai, aparat kepolisian dan personel TNI yang segera turun tangan, serta masyarakat yang berada di sekitar lokasi. Ketua DPC PA GMNI Halut, Gilbert Tuwonaung, SH, turut memberikan pernyataan resmi terkait kejadian tersebut.
Kejadian berlangsung di depan Polsek Tobelo, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara.
Insiden terjadi pada malam takbiran Idulfitri 1447 H, tepatnya Jumat, 20 Maret 2026, sementara pernyataan resmi disampaikan pada Senin, 23 Maret 2026.
Penghadangan oleh oknum warga diduga menjadi pemicu utama ketegangan. Situasi kemudian berkembang akibat reaksi spontan dari massa di lokasi yang tersulut emosi.
Ketegangan yang sempat terjadi berhasil dikendalikan dengan cepat oleh aparat kepolisian yang dibantu personel TNI. Pelaku penghadangan telah diamankan di Polres untuk dimintai keterangan dan menjalani proses penyelidikan lebih lanjut.
Dalam pernyataannya, Ketua DPC PA GMNI Halut, Gilbert Tuwonaung, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut yang dinilai mengganggu kekhidmatan malam takbiran. Ia menegaskan pentingnya menahan diri dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, terutama generasi muda, untuk tidak terpancing emosi dan menghindari tindakan yang dapat memperkeruh suasana,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa malam takbiran merupakan momentum suci bagi umat Islam untuk mengagungkan Allah SWT, sehingga perlu dijaga dengan penuh rasa hormat dan toleransi antarumat beragama.
DPC PA GMNI Halut juga memberikan apresiasi atas respons cepat aparat kepolisian dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dinilai sigap dalam meredam situasi.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegak hukum serta tidak terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah persatuan.
“Mari kita fokus pada silaturahmi pasca-Idulfitri, mempererat persaudaraan, dan bersama-sama menjaga Halmahera Utara tetap aman, damai, dan sejahtera,” tutup pernyataan tersebut.
(Cheni)




















