Potretone.com, Sanana,- Suasana haru bercampur bangga terasa begitu kuat di lapangan Desa Fatce, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, saat Volly Ball Ramadhan Cup I resmi berakhir. Jumat, (27/3/2026) malam.
Kegiatan ini bukan sekadar pertandingan biasa, tapi ini tentang kebersamaan, tentang semangat anak-anak muda, dan tentang kepedulian yang nyata, terutama dari JSCoffee.
Dari lapangan sederhana, torang semua bisa lihat bagaimana semangat itu hidup. Sorak-sorai penonton, tawa pemain, sampai momen-momen tegang di partai final, semuanya jadi cerita yang susah dilupakan.
Di balik kesuksesan kegiatan ini, ada peran besar dari JSCoffee yang ikut dorong dari awal sampai akhir. Bukan cuma sekadar nama, tapi benar-benar hadir bantu supaya kegiatan ini bisa jalan lancar.
Ketua panitia, Adri Sanaba, dengan penuh rasa syukur menyampaikan terima kasihnya.
“Jujur, ini kegiatan perdana, torang sempat pikir agak berat di anggaran. Tapi Syukur Alhamdulillah, dengan adanya dukungan dari JSCoffee dan pihak-pihak lain, semua bisa berjalan lancar. Ini yang bikin torang semua rasa terharu,” ungkapnya.
Menurut Adri, kehadiran JSCoffee jadi bukti bahwa usaha lokal juga punya hati besar untuk lihat generasi muda berkembang terutama di Kepulauan Sula.
“Dukungan seperti ini bukan cuma bantu kegiatan, tapi juga kasih semangat buat anak-anak muda. Torang berharap ke depan, kegiatan begini bisa terus ada, bahkan lebih besar lagi,” tambahnya.
Pertandingan final sendiri berlangsung seru dan penuh gengsi. Untuk kategori putra, tim Madrasa Aliyah Negeri 1 Sula berhasil keluar sebagai juara pertama, disusul Matlal Putra dan Ana Nopa Capuli. Sementara di kategori putri, tim Docar tampil sebagai juara, diikuti Basanohi dan Sorong Pica.
Namun lebih dari sekadar juara, Ramadhan Cup I meninggalkan pesan kuat bahwa dengan kebersamaan, hal besar bisa lahir dari tempat yang sederhana.
“Yang torang dapat bukan cuma juara, tapi kebersamaan. Ini yang paling penting,” tutup Adri.
Dengan suksesnya kegiatan ini, JSCoffee sekali lagi menunjukkan bahwa mereka bukan hanya tempat nongkrong, tapi juga bagian dari cerita dan perkembangan masyarakat. Dari kopi, dari kebersamaan, sampai ke lapangan voli semua terasa satu dalam semangat Ramadhan.
(Ris)




















