Potretone.com Sanana,- Senyum dan harapan terpancar dari wajah 110 warga saat menerima bantuan sembako yang disalurkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Sula Peduli, salah satu program unggulan BAZNAS Kepulauan Sula yang menyasar masyarakat yang membutuhkan.
Penyaluran bantuan dilaksanakan di Taman Wansosa, Desa Fagudu, Kecamatan Sanana, Sabtu (12/9/2026).
Adapun bantuan sembako yang diberikan kepada masing-masing penerima berupa beras, minyak goreng, telur, gula dan teh. Bantuan kebutuhan pokok tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga penerima manfaat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua BAZNAS Kabupaten Kepulauan Sula, Asisten I Pemerintah Daerah Kepulauan Sula, Pemerintah Kecamatan Sanana, Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Sula, Kantor Urusan Agama (KUA) Sanana, serta para penerima bantuan.
Di tengah berbagai kebutuhan masyarakat yang terus meningkat, kehadiran program sosial seperti ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap warga yang membutuhkan.
Ketua BAZNAS Kepulauan Sula mengatakan, bantuan yang disalurkan merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk memastikan dana zakat, infak dan sedekah yang dihimpun dapat kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini salah satu kegiatan yaitu Sula Peduli,” ujar Ketua BAZNAS saat memberikan sambutan.
BAZNAS Kepulauan Sula saat ini memiliki lima program utama, yakni Sula Peduli, Sula Takwa, Sula Cerdas, Sula Sehat, dan Sula Makmur.
Kelima program tersebut dirancang untuk menyentuh berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari sosial, keagamaan, pendidikan, kesehatan hingga pemberdayaan ekonomi.
Khusus program Sula Peduli, penyaluran bantuan tidak hanya akan dilakukan di Kecamatan Sanana.
BAZNAS berencana memperluas program tersebut ke seluruh kecamatan di Kabupaten Kepulauan Sula.
“Awalnya ini kami mulai dari Kecamatan Sanana. Insya Allah kami akan peduli di semua kecamatan,” katanya.
Ia menegaskan, bantuan diberikan bukan berdasarkan keinginan semata, tetapi melalui pertimbangan terhadap kondisi penerima agar bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Bantuan ini diberikan bukan semata-mata kemauan BAZNAS, tetapi kepada penerima yang benar-benar berhak mendapatkan bantuan tersebut,” ujarnya.
Harapannya, bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarga penerima dan sedikit meringankan beban kebutuhan sehari-hari.
“Mudah-mudahan apa yang kami siapkan ini bisa menyentuh langsung ibu-ibu atau bapak-bapak yang pada hari ini kami undang untuk menerima apa yang kami siapkan,” ucapnya.
Infak PNS Kembali kepada Masyarakat
Ada hal menarik di balik bantuan yang disalurkan tersebut.
Dana yang dihimpun dan kemudian disalurkan kepada masyarakat salah satunya berasal dari infak dan sedekah para pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Kepulauan Sula.
Para pegawai menyisihkan sebagian penghasilan mereka untuk disalurkan melalui BAZNAS.
“Mereka punya sedikit dari gajinya, mereka sedekahkan atau salurkan ke BAZNAS. Sehingga setiap bulan kami menyalurkan sedekah dan infak dari para pegawai negeri ini,” jelasnya.
Ia mengatakan, infak pegawai tersebut sebesar satu persen dari gaji dan telah ditetapkan melalui peraturan bupati.
Dana yang terkumpul kemudian dikelola dan disalurkan kembali dalam bentuk berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Tak Hanya Sembako, Ada Beasiswa hingga Rumah Layak Huni
Kepedulian BAZNAS Kepulauan Sula tidak berhenti pada pembagian sembako.
Melalui program Sula Cerdas, BAZNAS juga memberikan dukungan pendidikan kepada 10 mahasiswa hingga menyelesaikan pendidikan mereka.
“Ada Sula Cerdas, kami membiayai mahasiswa sebanyak 10 orang dan kami sekolahkan sampai selesai,” ungkapnya.
Sementara melalui program Sula Peduli, BAZNAS juga telah membangun sejumlah rumah layak huni bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Program Sula Peduli ini banyak kegiatan, termasuk kami juga membangun rumah-rumah layak huni. Kemarin juga sudah ada beberapa rumah yang kami bangun. Insya Allah ke depan kami akan lanjutkan dengan kegiatan lain,” katanya.
Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa zakat, infak dan sedekah tidak hanya berhenti sebagai kewajiban atau sumbangan, tetapi dapat dikelola menjadi program yang memberikan dampak langsung bagi kehidupan masyarakat.
Ketua BAZNAS Kepulauan Sula pun meminta dukungan dan doa masyarakat agar seluruh program yang telah dirancang dapat terus berjalan.
Ia berharap kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS dapat terus terjaga sehingga semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat dari dana zakat, infak dan sedekah yang dihimpun.
“Kami hanya mohon doa restu dari bapak dan ibu sekalian. Mudah-mudahan BAZNAS ini berjalan dengan lancar supaya kami dapat melaksanakan apa yang menjadi program BAZNAS,” pungkasnya.
Program tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama dapat dimulai dari hal sederhana: menyisihkan sebagian rezeki untuk kemudian dikelola dan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.
(Ris)




















