banner 728x90
Provinsi Riau

SMPN 2 Dumai Gelar Karya “CBPRUPIAH”, Edukasi Siswa Cinta dan Bangga pada Mata Uang Negara

3
×

SMPN 2 Dumai Gelar Karya “CBPRUPIAH”, Edukasi Siswa Cinta dan Bangga pada Mata Uang Negara

Sebarkan artikel ini

 

‎DUMAI.Potretone.com — SMP Negeri 2 Dumai sukses menggelar kegiatan kokurikuler bertajuk Gelar Karya Proyek Pembelajaran Lintas Disiplin Ilmu “CBPRUPIAH” (Cinta, Bangga, Paham Rupiah) pada Kamis pagi (5/11/2026).

‎ Berlangsung di aula sekolah, program edukasi strategis ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara pihak sekolah, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Riau, dan Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Riau.

‎

‎Acara yang dikemas menarik melalui metode pembelajaran berbasis proyek ini turut dihadiri oleh Wali Kota Dumai yang diwakili oleh Asisten I, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Dumai, pengurus komite sekolah, serta jajaran dewan guru.

 

‎Kepala SMP Negeri 2 Dumai, Hj. Saidatun Syabibah, S.Pd., M.Pd., dalam pidato sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerja keras para siswa dan tim fasilitator.

‎Ia menegaskan bahwa proyek Kurikulum Merdeka ini berhasil membawa teori ke dalam praktik nyata kehidupan sehari-hari melalui penerapan pembelajaran kontekstual.

‎”Rupiah bukan sekadar alat pembayaran, melainkan simbol pemersatu bangsa dan kedaulatan NKRI yang harus kita hormati. Melalui ajang ini, kami berharap siswa-siswi dapat mengasah literasi keuangan sejak dini, belajar membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta membiasakan diri gemar menabung demi masa depan,” ujar Saidatun.

‎Hadir sebagai narasumber utama, Tim Edukasi Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Riau Kepala Bagian PUR  Sofyan Catur A  memberikan sosialisasi interaktif serta melakukan validasi terhadap karya literasi rupiah buatan siswa. Dalam pemaparannya, pihak BI menekankan pentingnya peran pelajar sebagai agen perubahan dalam menjaga stabilitas nilai mata uang.

‎Perwakilan BI mengingatkan bahwa menghormati Rupiah sama dengan menghormati kedaulatan negara, mengingat posisinya yang setara dengan bendera dan lagu kebangsaan.

‎ Siswa diinstruksikan untuk konsisten merawat uang kertas melalui metode 5J (Jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan dibasahi, dan jangan distapler). Selain itu, untuk mengantisipasi peredaran uang palsu, para pelajar diajak membudayakan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang).

‎

‎Di sisi lain, perwakilan BGP Provinsi Riau juga hadir langsung selaku mitra peninjau untuk mengawal pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan memastikan kualitas kolaborasi lintas disiplin ilmu berjalan optimal.

‎

‎

‎Kemeriahan acara semakin memuncak saat para siswa unjuk bakat dalam pentas ekstrakurikuler yang dikemas kreatif untuk mengampanyekan literasi keuangan. Beberapa penampilan memukau yang dihadirkan antara lain:

‎

‎• Pentas Teater & Seni Tari Tradisi: Drama pendek dari ekskul sastra yang menyelipkan pesan moral tentang bijak berbelanja, dipadukan dengan tarian khas nusantara.

‎

‎• Peragaan Busana (Fashion Show) Daerah: Penampilan estetik siswa mengenakan pakaian adat, yang dikorelasikan dengan gambar pahlawan nasional serta kekayaan budaya yang tercetak pada lembaran Rupiah.

‎

‎• Pameran Karya Poster Digital & Komik: Unjuk karya seni rupa berupa galeri poster infografis dan komik strip bertema edukasi finansial serta sejarah mata uang Indonesia.

‎

‎• Musikalisasi Puisi Literasi: Pembacaan puisi mendalam bertema kecintaan terhadap tanah air oleh komunitas literasi sekolah.

‎

‎Melalui fasilitas aula yang representatif, kegiatan ini berhasil menjadi pusat pengembangan karakter kesiswaan. Seluruh peserta didik yang terlibat tidak hanya menjadi audiens, tetapi juga penggerak utama yang sukses menyampaikan pesan penting: mencintai, membanggakan, dan memahami Rupiah untuk masa depan Indonesia.

‎

‎jurnalis: Diana

‎Editor : Diana

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *