banner 728x90
BeritaDaerahMaluku UtaraNasional

Bung Raka Dorong HPMS Perkuat Kaderisasi: Mahasiswa Tak Boleh Berhenti di Menara Gading

3
×

Bung Raka Dorong HPMS Perkuat Kaderisasi: Mahasiswa Tak Boleh Berhenti di Menara Gading

Sebarkan artikel ini

SANANA, POTRETONE.com,- Ketua Bidang Kaderisasi dan Pengembangan Kepemimpinan Pengurus Pusat Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula (PP HPMS), Najamudin Umasangadji, menegaskan pentingnya memperkuat perkaderan sebagai fondasi dalam melahirkan generasi muda yang kritis, berintegritas, dan memiliki keberanian untuk mengambil peran dalam perubahan sosial.

Pria yang akrab disapa Bung Raka itu menilai, di tengah arus modernisasi dan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, generasi muda HPMS dituntut tidak hanya mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, tetapi juga memiliki kesadaran kritis, keluasan wawasan, serta keberpihakan terhadap persoalan masyarakat.

banner 728x90

Pesan tersebut disampaikannya melalui WhatsApp, Kamis (15/10/2026). Menurutnya, perkaderan harus ditempatkan sebagai agenda strategis organisasi, bukan sekadar kegiatan rutin untuk memenuhi program kerja.

“Generasi Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula harus mampu beradaptasi dengan zaman, karena kaum muda punya tanggung jawab untuk merintis perubahan bagi umat dan menantang kelompok reaksioner,” ujar Bung Raka.

Ia menjelaskan, tantangan generasi muda saat ini tidak cukup dijawab dengan kecakapan akademik dan penguasaan teknologi semata. Lebih dari itu, diperlukan kemampuan membaca realitas, membangun kesadaran sosial, serta keberanian mengambil sikap terhadap berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Menurutnya, kemajuan teknologi digital harus menjadi peluang bagi kader HPMS untuk memperluas pengetahuan, mempertajam daya analisis, dan membangun gerakan intelektual yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman.

Bung Raka juga mengingatkan bahwa mahasiswa tidak boleh terjebak pada rutinitas organisasi maupun kebanggaan terhadap status intelektual tanpa memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Ilmu pengetahuan, katanya, harus memiliki hubungan erat dengan realitas sosial dan menjadi landasan untuk mendorong perubahan yang lebih baik.

Dalam konteks itu, ia menyinggung pemikiran Ali Syariati tentang peran intelektual dalam membangun kesadaran masyarakat. Baginya, seorang intelektual tidak cukup hanya menguasai teori, tetapi juga harus memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial dan keberanian moral untuk memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.

“Seperti apa yang dikatakan Ali Syariati, intelektual sejati adalah mereka yang memiliki kesadaran kritis, kepekaan sosial, serta keberanian moral untuk membentuk kebudayaan dan membimbing massa, bukan hanya menguasai ilmu eksak atau teori di menara gading,” katanya.

Bagi HPMS, lanjut Bung Raka, pemikiran tersebut harus menjadi refleksi dalam membangun sistem perkaderan yang mampu melahirkan kader berkarakter, berwawasan luas, dan memiliki orientasi perjuangan yang jelas.

Kaderisasi, menurutnya, harus menjadi ruang pembelajaran yang mendorong kader untuk berpikir mandiri, berani menyampaikan gagasan, terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, serta mampu merespons persoalan masyarakat secara kritis dan bertanggung jawab.

Karena itu, keberlanjutan perkaderan menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Organisasi mahasiswa membutuhkan proses pembinaan yang konsisten agar nilai-nilai perjuangan tidak berhenti pada satu generasi, tetapi terus diwariskan dan dikembangkan oleh generasi berikutnya.

Ia berharap, PP HPMS dapat terus memperkuat tradisi intelektual, pendidikan kepemimpinan, dan pengembangan kapasitas kader sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi muda Sula yang mampu bersaing sekaligus tetap memiliki kepedulian terhadap daerahnya.

“Olehnya itu, HPMS harus konsisten dalam perkaderan. Kita tidak hanya membutuhkan kader yang mampu berbicara tentang perubahan, tetapi juga generasi yang memiliki kesadaran kritis, integritas, dan keberanian untuk mengambil tanggung jawab dalam mewujudkan perubahan,” tutup Bung Raka.

Baginya, kekuatan organisasi tidak semata-mata diukur dari besarnya kegiatan atau ramainya aktivitas, melainkan dari kemampuannya melahirkan kader yang berpikir maju, memiliki karakter kepemimpinan, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Sula, bangsa, dan kemanusiaan.

(Ris)

banner 728x90banner 728x90banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

POTRETONE.com, JAKARTA,- Pengurus Pusat Forum Mahasiswa Pascasarjana Maluku Utara (PP Formapas Malut) kembali mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (15/10/2026). Mereka mendesak lembaga antirasuah itu memanggil dan memeriksa Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, untuk mengklarifikasi dugaan keterkaitan dengan enam persoalan anggaran dan proyek pemerintah daerah.